Hallo selamat pagi sayang.
Masih terjagakah kamu?
Ataukah sudah terbangun?
Jika sudah, sangat ku syukuri karena kamu masih bisa menghirup udara pagi yang orang banyak katakan adalah udara yang tak bercampur dengan nafas kemunafikan.
Sayang
Taukah kamu?
Jauh sebelum mengenalmu, aku dihadapkan dengan berbagai kesedihan ?
Aku di kenalkan dengan aneka luka
Aku di suguhi berbagai duka
Yang tentu datangnya silih berganti
Sayang
Taukah kamu?
Jauh sebelum mengenalmu, aku tak lagi mempercayai apakah itu kasih dan cinta.
Aku tak ingin lagi untuk terjerat dengan cinta yang akhirnya menyakitiku.
Sayang
Taukah kamu?
Jauh sebelum aku mengenalmu, aku menelan bulat-bulat kekecewaan sendirian
Menitikan air mata
Merasakan sesak yang tiada terkira
Sayang
Taukah kamu?
Jauh sebelum aku mengenalmu, aku slalu menahan sgala harapku untuk berbahagia dengan siapa pun.
Menutup hati rapat-rapat.
Tanpa ada satu celah pun untuk mereka dobrak.
Sayang
Taukah kamu?
Jauh sebelum aku mengenalmu, aku memiliki kriteria tinggi untuk pasanganku kelak.
Hal inilah yang membuat aku ditertawakan orang banyak.
Sayang
Taukah kamu?
Jauh sebelum aku mengenalmu, aku adalah perempuan pengemis asa dan harap di hadapan Tuhan.
Mengemis pengganti mereka yang tanpa pandang bulu menorehkan luka.
Mengemis pengganti mereka yang senantiasa menghapus tangisku. Atau bahkan tak membiarkanku meneteskan air mata.
Mengemis pengganti mereka yang setiap harinya mampu membuatku merasakan sayang tanpa harus menerima bualan puisi atau janji-janji palsu.
Aku sangat mengemis.
Meminta sosok pria layaknya bapa.
Sayang
Taukah kamu?
Aku adalah perempuan yang mungkin tak akan habis sabarnya untukmu.
Aku adalah perempuan yang mungkin tak akan lelah menuliskan setiap kisah kita dalam dunia maya.
Aku adalah perempuan yang akan sangat manja dihadapanmu dan orang tuaku.
Aku adalah perempuan yang tak akan habis rasa rindunya untuk kamu.
Aku memang tak sempurna.
Masa laluku terlampau pahit.
Masa laluku berdebu.
Masa laluku penuh dosa.
Namun percayalah.
Dalam masa sendiri.
Aku belajar untuk menjadi perempuan yang setidaknya mampu membuatmu merasakan kenyamanan layaknya rumahmu.
Mendamaikan ibumu dan ayahmu.
Mampu membuatmu yakin bahwa aku dapat mendidik malaikat kecil kita.
Dan tentunya aku belajar untuk tidak mengecewakanmu skalipun itu sulit.
Sayang
Taukah kamu?
Tuhan pun tau bahwa kasih dan sayangku tulus untukmu.
Bahwa rinduku hangat untukmu.
Tetaplah menjadi penyemangatku.
Menjadi 1/4 bagian dari hidupku.
Menjadi lelaki yang hebat untukku.
Tunjukanlah bahwa kita mampu.
Kita mampu wujudkan segala harap.
Sayang
Tuhan pun tau
Selama aku menuliskan ini
Tak ada kata tak sayang terhadapmu.
Jangan buatku kecewa.
Aku percaya padamu.
Sungguh.
Your love
10Intan.