Kamis, 11 Juni 2015

Tuhan pun tau..

Hallo selamat pagi sayang.
Masih terjagakah kamu?
Ataukah sudah terbangun?
Jika sudah, sangat ku syukuri karena kamu masih bisa menghirup udara pagi yang orang banyak katakan adalah udara yang tak bercampur dengan nafas kemunafikan.

Sayang
Taukah kamu?
Jauh sebelum mengenalmu, aku dihadapkan dengan berbagai kesedihan ?
Aku di kenalkan dengan aneka luka
Aku di suguhi berbagai duka
Yang tentu datangnya silih berganti

Sayang
Taukah kamu?
Jauh sebelum mengenalmu, aku tak lagi mempercayai apakah itu kasih dan cinta.
Aku tak ingin lagi untuk terjerat dengan cinta yang akhirnya menyakitiku.

Sayang
Taukah kamu?
Jauh sebelum aku mengenalmu, aku menelan bulat-bulat kekecewaan sendirian
Menitikan air mata
Merasakan sesak yang tiada terkira

Sayang
Taukah kamu?
Jauh sebelum aku mengenalmu, aku slalu menahan sgala harapku untuk berbahagia dengan siapa pun.
Menutup hati rapat-rapat.
Tanpa ada satu celah pun untuk mereka dobrak.

Sayang
Taukah kamu?
Jauh sebelum aku mengenalmu, aku memiliki kriteria tinggi untuk pasanganku kelak.
Hal inilah yang membuat aku ditertawakan orang banyak.

Sayang
Taukah kamu?
Jauh sebelum aku mengenalmu, aku adalah perempuan pengemis asa dan harap di hadapan Tuhan.
Mengemis pengganti mereka yang tanpa pandang bulu menorehkan luka.
Mengemis pengganti mereka yang senantiasa menghapus tangisku. Atau bahkan tak membiarkanku meneteskan air mata.
Mengemis pengganti mereka yang setiap harinya mampu membuatku merasakan sayang tanpa harus menerima bualan puisi atau janji-janji palsu.
Aku sangat mengemis.
Meminta sosok pria layaknya bapa.

Sayang
Taukah kamu?
Aku adalah perempuan yang mungkin tak akan habis sabarnya untukmu.
Aku adalah perempuan yang mungkin tak akan lelah menuliskan setiap kisah kita dalam dunia maya.
Aku adalah perempuan yang akan sangat manja dihadapanmu dan orang tuaku.
Aku adalah perempuan yang tak akan habis rasa rindunya untuk kamu.
Aku memang tak sempurna.
Masa laluku terlampau pahit.
Masa laluku berdebu.
Masa laluku penuh dosa.
Namun percayalah.
Dalam masa sendiri.
Aku belajar untuk menjadi perempuan yang setidaknya mampu membuatmu merasakan kenyamanan layaknya rumahmu.
Mendamaikan ibumu dan ayahmu.
Mampu membuatmu yakin bahwa aku dapat mendidik malaikat kecil kita.
Dan tentunya aku belajar untuk tidak mengecewakanmu skalipun itu sulit.

Sayang
Taukah kamu?
Tuhan pun tau bahwa kasih dan sayangku tulus untukmu.
Bahwa rinduku hangat untukmu.

Tetaplah menjadi penyemangatku.
Menjadi 1/4 bagian dari hidupku.
Menjadi lelaki yang hebat untukku.

Tunjukanlah bahwa kita mampu.
Kita mampu wujudkan segala harap.

Sayang
Tuhan pun tau
Selama aku menuliskan ini
Tak ada kata tak sayang terhadapmu.

Jangan buatku kecewa.
Aku percaya padamu.
Sungguh.

Your love
10Intan.

Rabu, 10 Juni 2015

10 ke 3 :)

assalamualaikum kamu.
yang masih terjaga sekalipun berkali-kali aku berusaha membangunkanmu untuk sekedar bersujud kepada-Nya yang telah mempertemukan kita.

hari ini tepat 3 bulan aku dan kamu menjadi kita.
tepat 3 bulan pula kita menyatukan 2 kebiasaan yang sangat berbeda bak langit dan bumi.
menyatukan 2 prinsip.
menyatukan 2 sikap dan sifat yang berbeda.
menyatukan semua hal yang tadinya hanya milik aku dan milik kamu semata.
3 bulan.
memang masih sangat muda bagi kita.
masih sangat dini juga untuk kita.
sebab masih banyak hal yang akan kita lalui hari ini dan esok.
3 bulan.
bukan pula waktu yang sebentar untuk kita belajar.
belajar memahami satu sama lain
belajar menerima bahwa ada orang yang akan slalu komplain disaat salah satu diantara kita salah.
belajar menerima bahwa akan ada orang yang merasa cemburu saat satu diantara kita dekat dengan orang lain.
belajar menerima pula bahwa setiap harinya akan slalu saja ada masalah kecil dan besar yang siap menghancurkan kita.
semua adalah pembelajaran.
semua adalah proses.
tidak ada kata mudah dalam berproses.
sebab kita harus merasakan jatuh.
merasakan terinjak.
merasakan tersakiti.
dan kecewa.
namun itu memang bumbu dari sebuah perjalanan.
sebab saat jatuh, kita harus saling menguatkan untuk kembali berdiri tegak.
saat terinjak, kita harus saling menahan untuk kembali bangkit.
saat tersakiti, kita harus saling percaya dan bertahan untuk sekedar mengingat bahwa semua akan terlalui dan berakhir bahagia.
3 bulan.
waktu dimana kita selalu mengedepankan keegoisan.
menomor satukan keinginan masing-masing.
waktu dimana kita selalu merasa kelelahan.
lelah yang sudah pasti kita yang buat.
namun bersyukur.
kita masih cukup kuat untuk menghadapi semuanya.

3 bulan
katanya masih sangat dini untuk berkata aku menyayangimu.
namun itu tidak berlaku bagi kita.
3 bulan
bagi kita adalah waktu dimana kita saling menguatkan pondasi.
saling menguatkan prinsip.
dan saling meneguhkan hati
serta meyakinkan diri.

bahwa kasih dan sayang akan selalu hadir sekalipun amarah menyapa.
kasih dan sayang akan selalu tumbuh sekalipun tangis menyapa.
terima kasih untuk 3 bulan ini.
terima kasih telah menjadi partnerku dalam berbagai hal.

tetaplah begini
tetaplah seperti ini
biarkan saja waktu yang berubah
tapi tidak untuk perasaan ini 
aku menyayangimu sungguh :)

i'm in love
10Intan.