Hening selepas hujan sore tadi mengantarkan aku pada satu titik terendah dan terlemah.
Lampu kamar yang temaram pun jua mengantarkanku pada keresahan tak berujung.
Hembusan nafas yang ku atur sedemikian tenangnya juga tak bisa menenangkan pikiran serta hati.
Semua kiranya makin terasa pilu.
Makin terasa menggunting ujung tenggorokanku.
Ada yang hilang malam ini,
Ada yang sedih malam ini,
Ada yang sendu malam ini,
Dan ada rindu di hati ini.
AKU...
Harusnya kamu tau
Harusnya kamu paham
Sejenak saja, sebentar saja
Tak perlu lama..
Asalkan waktu itu mampu membuatku menguat bukan melemah.
Harusnya kamu tau
Keluhku bukan karena manjaku
Keluhku ialah takutku
Takut yang tak kamu pahami
Harusnya kamu tau
Kesalku bukan karena benciku
Kesalku ialah sayangku
Harusnya kamu tau
Rentetan tulisan penuh makna ini bukan maksudku menyudutkanmu
Sungguh ini hanyalah caraku dalam diam memohon pengertianku
Sebab aku tak bisa berteriak
Sebab aku tak bisa memaki
Juga aku tak bisa membiarkan kamu melihat titij terlemahku
Harusnya kamu lihat aku
Bukan lihat mereka
Mereka yang membutakan penglihatanmu
Yang memaksamu untuk terus melihat yang lebih segalanya dariku. Tanpa sadar bahwa aku dengan segenap rasa menerima kurangmu.
Harusnya kamu dengar aku
Bukan dengar mereka
Mereka yang hanya menilaiku dari kicauanku
Bukan usahaku memperhatikan detail hidupmu
Harusnya kamu sentuh hatiku
Bukan mencampakanku
Harusnya kamu genggam tanganku erat di depan mereka yang mungkin membuatmu malu bersamaku.
Sebab aku pun tak pernah merasa malu berdampingan dengan kamu.
Harusnya kamu tau
Bahwa sesakit apapun aku
Doa tak henti ku lafalkan untuk bahagiamu
Harusnya kamu tau
Bahwa aku butuh pelukanmu
Bukan hanya sekedar penenanganmu di dunia mayaa
Bukan itu yang aku mau.
Aku ingin dikuatkan
Walau aku tau kmu ingin aku kuat dengan caraku sendiri bukan?
Tapi aku pun ingin dikuatkan olehmu juga.
Aku butuh bantuanmu
Aku butuh kamu saat emosiku semakin merajai.
Bukan malah membuatku tersungkur sendiri dalam gelap.
Serumit itukah aku dimatamu?
Lantas bila aku serumit ini, mengapa kamu tak bisa menyederhanakannya ?
Ah sudahlah..