Rabu, 08 November 2017

Jika saja Tuhan berkenan

jika saja Tuhan berkenan menjelaskan kepadamu tentang apa-apa yang aku lewati tanpa kamu ketahui setiap harinya.
tentang apa-apa yang setiap malamnya aku tangisi.
tentang apa-apa yang selalu menjatuhkan sekaligus meremukkan hatiku hingga merekatkannya saja rasanya sangat sulit.
tentang apa-apa yang telah aku lakukan hanya untuk mewujudkan setiap semesta yang kamu ingini tanpa peduli sehancur dan seporak poranda apa semesta yang aku bangun sedari awal.

jika saja Tuhan lebih berkenan untuk menceritakan bagaimana aku yang seolah menghambakan diri hanya untuk dirimu dan bahagiamu.
jika saja lagi-lagi Tuhan berkenan untuk membuka hatimu dan kedua bola matamu, agar kamu dapat menyaksikan bagaimana runtuhnya hati dan bagaimana sulitnya kaki untuk berdiri sesaat kamu pergi tanpa sepatah kata pun.

jika saja Tuhan berkenan untuk membuatmu paham bagaimana rasanya menjadi aku yang terus menerus menginginkan kamu untuk bahagia karena memiliki aku.
jika saja Tuhan berkenan untuk menjelaskan semua yang telah aku lalui untuk sekedar menjaga apa-apa yang dengan mudahny akamu pandang sebelah mata, kamu hancurkan lalu kamu rekatkan kembali, kamu hancurkan lagi dan kamu rekatkan kembali...begitu lagi dan lagi.

jika saja Tuhan memperkenankan aku untuk meronta di hadapanmu, menangis sekencang kencangnya di bawah kakimu untuk sekedar membuatmu paham bahwasanya ada perempuan yang setengah mati memperjuangkan hatinya untuk seorang lelaki sepertimu.
memperlihatkan senyum dihadapanmu walau hatinya terus menerus terluka di setiap harinya.
bahwasanya ada perempuan yang terisak di keheningan malam hanya karena diperlakukan sebeininya olehmu.
ada perempuan yang deras air matanya menetes dan memejamkan mata karena lelah menangis semalaman.

jika saja Tuhan memperkenankan aku untuk memperlihatkan itu kepadamu.

jika saja Tuhan mampu mengatakan bahwa adalah aku perempuan yang tak jemu merafalkan doa untuk kelapangan rezekinya, adalah aku yang selalu merindunya, adalah aku yang slalu b erharap bahwa adalah kamu jawaban atas segala inginku tentang masa depan.

jika saja..
andai saja..
jika saja itu dilakukan oleh Tuhan, mungkinkah kamu akan terus setega ini ?
mungkinkah kamu akan membiarkan aku larut dalam sedih saatvmelihat punggung badanmu menjauh dari sudut pandangku ?
masihkah kamu tega membuatku menangis dan mengusap air mata ini sendirian ?

ketahuilah..
aku menyayangimu dari apa-apa yang aku kasihi di bumi.
aku menjaga hatiku dari apa-apa yang bisa saja membuatku hilang rasa kepadamu.

sungguh,
saat aku berkata bahwa aku benar menyayangimu itu adalah kalimat yang keluar dari lubuh hati paling dalam.
andai saja kamu mampu merasakannya.
andai saja kamu mampu melihatnya dan mampu memahaminya tanpa harus aku menuliskan hal ini sepanjang ini.



jika memang mencintaimu harus semenyedihkan ini, maka berilah aku kekuatan hati untuk senantiasa memasangkan senyum terluas, hati terlapang, mata berbinar untuk seolah memperlihatkan bahwa aku sangat baik-baik saja selama masih denganmu. dan jika memang untuk mendapatkan kasih sayang yang seutuhnya darimu harus ditebus dengan jutaan tetesan air mata, maka doakan aku untuk senantiasa menikmati setiap tangisan ini. Sebab bagaimana pun kamu terhadapku, bagiku tetap saja sama, bahwa aku amat menyayangimu jauh dari aku menyayangi hati dan ragaku sendiri.



with love
Intan.