Jumat, 27 Juli 2012

FIRASAT *cerpen*

sedari dulu aku slalu mengingatkanmu syg, 
aku slalu berusaha smampuku untuk memperhatikan setiap detil apapun yg ada dalam dirimu. 
aku tau semua tentang kamu, 
aku slalu bisa melihat apa yang berubah dari gerak-gerikmu,tawamu,dan semuanya. 
aku tau sayang, 
aku memang sudah hafal semua tentang kamu. mungkin ini smua terlihat berlebihan, tapi inilah aku yang memang sudah mengenal kamu. 
KAMU yang sejak dulu aku sayang dan aku cinta. 
aku tau jamberapa kamu bangun, kamu makan, dan arti dari semua pesan singkatmu. 
aku tau kala kamu menyembunyikan rasa jenuhmu terhadapku, aku tau sayang. 
sekalipun kamu tak memberi aku tau, tapi isyaratmu itulah yang memberiku jawaban atas semuanya. 

Hari ini, aku merasakan hal yang tak biasa, hati ini amat sangat tak menentu. Pesan singkat yang kamu beri pagi tadi seperti pesan yang membuat aku terenyuh, entah apa arti dari semua ini. 
Heran sekali, nalar dan logika ku tak berfungsi. Otakku serasa sudah berhenti dan tak bisa berpikir apa maksudnya dengan hati ini. 
Hati aku sangat amat tak bisa ku pahami, ahh gelap sekali hati ini, perasaanku campur aduk, ya tuhan tolong aku, apa yang harus aku lakukan ? 
Aku tak bisa menghadapi masalah ini. 
Aku mengapa ? Kamu kenapa ? Dimana dan apaa ? Aku tak mengerti ! Semuanya tidak memberiku isyarat, semuanya hanya tanda titik, koma, dan tanda tanya tidak ada tanda seru agar aku melakukan sesuatu, tidak ada ! Aku harus bagaimana ? 
Aku ingin menangis, mengapa ? Aku tak tau ! 
Aku kenapa ? Jawabanku pun tetap tak tau ! 
Pertanda apa ini tuhan ? Pertanda apa ? Isyarat apa ini tuhan ? Beri aku jawaban secepatnya ! 
Aku butuh jawaban Tuhan bukan tanda tanya, aku lemah, aku lemah,. Aku tak bisa diam seperti ini, melihat diri dari kaca yang tak beraturan ini. 
Aku harus pergi ! Mencari jawaban atas semuanya, tapi kemana ? Aku tak tau tujuanku, tolong antarkan aku kepada tempat yang memberi aku jawaban, sekarang ya sekarang aku harus pergi. 

Aku pergi, menempuh jalan demi jalan, melewati garis hitam putih, melewati barisan gedung dan dan dan kini terhenti, terhenti, terhenti karena banyak mobil di depanku, ada apa ini ? Detak jantungku kian tak menentu, aliran darahku seolah surut, hembusan nafasku sangat tidak stabil, ada apa lagi ini ?
Aku keluar menyusuri barisan mobil satu demi satu, aku berlari-berlari sekencang kencangnya ! 
Semoga saja aku mendapatkan jawabannya, dan ternyata ? Mobil itu ? No polisi itu ? Ahhh aku berlari memelukmu memelukmu kekasihku, oh Tuhan ternyata ini jawabannya, semua arti dari firasatku. 
Ternyata ikatan batin ini memang tak bisa aku bohongi ! Ya tuhan kenapa harus ini yang terjadi, aku menangis sekencang-kencangnya. Tak peduli berapa banyak orang yang memperhatikanku. Yang aku ingin tau mereka dapat merasakan apa yang sedang aku alami, aku kehilangan kekasihku ! Dia pergi ! Pergi jauh tanpa bisa kembali lagi ! Aku tak percaya, aku ingin terbangun, bangunkan aku tuhan aku yakin ini mimpi bukan kenyataan ! Ini mimpi mimpi, tapi bukan, ini memang kenyataan, bajuku penuh darah,aku merasa tak memiliki nyawa, nyawaku hilang tuhan. Huh aku tak kuasa melihat ia tak bernafas, aku ingin menjerit ! 
Aku ingin memberikan sebagian nafasku untuknya ! Agar dia bisa terbangun, agar dia bisa kembali menemaniku ! 

Tapi, ini memang sudah takdirku, kehilangan orang yang memang aku sayang, aku terima ini semua. Aku harus belajar iklas iklas menerima semua kenyataan ! 
Belajar mengerti bahwa pertemuan akan diakhiri dengan perpisahan. 

Aku akan slalu menyayangimu, 
Tak pernah melupakanmu 
Dan akan slalu menjagamu untuk tetap di hatiku. 
Selamanya :) 



Dari kekasih yang slalu merindukanmu 
Florina 
Untukmu Angga :') 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar