aku adalah seorang wanita yang baru saja berpola pikir tak lebih bodoh dari seekor keledai.
yah bagaimana bisa, aku yang nyatanya seorang perempuan rela untuk TERBAGI.
entah apa yang ada di otakku saat ini, aku mengiyakan untuk TERBAGI kepada lelaki yang amat aku sayangi.
aku yang rela TERBAGI dalam segala hal baik itu cinta,waktu dan semuanya.
mungkinkah cinta membuatku bodoh sebodohnya seperti ini.
ahh aku tak mengerti mengapa aku melakukan hal ini.
aku tau cinta tak seharusnya mengajarkanku untuk berlaku gila..!! ya aku tau aku tau ituu !
lantas aku harus berbuat apa ?
aku hanya bisa menangisi hal bodoh ini. tapi tak bisa ku salahkan keadaan, karena keadaan ini pula yang aku buat karena kebodohan aku pula yang membuatku menangis semalaman.
lelaki yang dulu tak pernah absen untuk menemani hari-hari indahku kini harus membagi waktunyaa entah itu setengahnya untukku seperempatnya atau bahkan waktunya tersita hanya tuk cinta yang barunya itu.
lelaki yang dulu aku banggakan kini menjadi kebangaan orang lain pula.
aku yang harus iklas menerima semua ini.
aku yang harus bisa tegar menghadapi kenyataan yang pahitnya melebihi apapun yang ada di dunia.
aku yang harus tetap tersenyum sekalipun mataku melihat secara jelas lelaki yang kucinta menggandeng tangan wanita lain selain aku.
aku yang rela membukakan pintu rumah saat aku lihat ia bersama cinta barunya.
ya aku harus rela..relaa dan relaa.
aku kini tak mementingkan hati ini !
aku jauh lebih mementingkan bayi yang ada di dalam kandunganku ini.
ini adalah ujian untukku, ujian untuk 6 bulan pernikahanku.
aku tau aku tak secantik wanita itu,
aku yang hanya dinikahinya karena ibunya yang menginginikanku untuk menjadi pendampingnya.
bukan dia yang memintaku untuk bersamanya melainkan ibunya yah ibunya.
maka aku harus bisa menerima ini semua menerima hal yang mungkin sebagian wanita tak bisa tuk sepertiku.
aku memanglah bukan kebanggaan suamiku, tapi aku yakin janinku inilah yang akan bangga ketika iya tau pengorbananku untuknya amat sangat berarti !
aku tak bisa menjadi wanita yang indah dimata suamiku, tapi yaaa setidaknya aku bisa memberikannya keturunan. itulah yang selalu aku gumamkan dalam hati.
aku memang berbeda dari wanita lain, aku melewati masa ngidamku pun tak bersama suamiku.
aku tak seberuntung wanita lain yang mendapatkan ekstra perhatian disaat hamil.
bahkan aku tak pernah diantar untuk sekedar memeriksakan kandunganku jangankan diantar ditanya tentang kehamilanku ini pun tak pernah.
aku tak pernah merasakan itu sama sekali.
aku hanya merasakan sakit yang amat pilu.
aku harus selalu berbohong di depan mertua dan orang tuaku.
aku tak ingin suamiku dipandang buruk oleh keluargaku.
biarkanlah hanya aku dan Tuhanku yang mengetahuinya.
aku sudah cukup terbiasa dengan hal ini yah meskipun aku tak memungkiri hati ini masih terasa sakit, TAK APA :')
karena hanyalah janinku ini, hanya ia yang bisa menguatkanku dari ujian yang Tuhan beri.
mungkin ini memang takdir yang harus aku terima takdir Tuhan yang nyatanya untuk aku jalani bukan untuk aku sesali.
aku bahagia sekalipun segala sesuatu yang kupunya harus TERBAGI.
aku ikhlas.
kebahagiaan suamiku adalah kebahagiaanku pula.
karena pada dasarnya aku tau tak ada yang abadi di dunia ini seperti cinta suamiku yang mungkin tak abadi untuk mencintaiku, tapi cintaku kepada suamiku akan tetap abadi.
hanya ia dan janinku yang slalu ada di setiap hembusan nafas serta rafalan doa yang ku panjatkan.
aku slalu menyayanginya, aku tak pernah membencinya.
aku tau jauh di lubuk hatinya ia masih menyimpan cinta untukku sekalipun hanya seperti debu.
tidak apa.
aku bertahan untuk cinta ini.
dan aku tau pada nyatanya aku harus TERBAGI :')
aku ikhlas Tuhan...
10 intan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar