Kamis, 02 Januari 2014

Kita memang sudah putus

aku kira hubungan yg lama akan menjaminkan kebahagiaan yg mutlak.
ternyata itu hanya anggapan yg tua sekali.
ternyata saat dijalani ini memang tak smudah harapan-harapan, angan,cita,impian dan apa pun yg kita daftarkan.
kita jalani ribuan waktu untuk menorehkan kisah di catatan kehidupan.
kita lewati ratusan hari.
ternyata memang hanya untuk dilewati.
sekedar singgah lalu pergi.

kita kini sudah berbeda.
aku ya aku, kamu ya kamu.
berbeda arah dan tujuan.
kita seakan menjadi manusia yang tak saling mengenal.
kamu pergi tanpa alasan yang bisa menguatkan jejak kakiku.
tapi kamu terus menghakimiku bahwa aku yg menciptakan kegaduhan dalam hubungan ini.
aku selalu diam bahkan disaat aku merasa hubungan ini semakin runyam dan pedih.
aku tak ingin dunia tau bahwa kita tengah berada di satu titik jurang yg mau tidak mau kita harus jatuh, tak mungkin bila kita harus mundur dan terus tergerus oleh waktu yang telah bosan mendengar kegaduhan ini.

mungkin kamu anggap akulah yang sadis, meninggalkanmu disaat kamu tengah jatuh.
mungkin kamu juga menganggap akulah yang membuatmu sakit hati.
drama yang kamu mainkan seakan menunjuk akulah yang salah.

tapi disini aku tak akan lakukan hal tolol sama sepertimu.
aku tak akan bercerita kepada siapapun tentang keluh,
tentang tangis
tentang pahitnya
bahkan tentang rapuhnya aku saat tak kumiliki sosok yg dahulu menyediakan bahunya untukku.
untung saja Tuhan telah berbaik hati kepadaku, aku diberikan hati yang tegar dan tak lemah seperti dahulu.
aku masih bisa tertawa di hadapan orang lain.
aku masih bisa menyimpulkan senyum diatas kata luka yang jauh merekat di dinding hati.

aku tak bisa memarahi keadaan
aku tak bisa menyalahkan kamu
aku tak bisa mencaci waktu
aku tak bisa menjadi wanita kasar yang meluapkan amarahnya secara gamblang.
aku hanya bisa terdiam disaat malam, disaat yang lain tengah larut dalam hening malam.
sementara aku ? terus bergeming, terus merasakan sedikit demi sedikit cekikan tenggorokan.
aku hanya bisa menangis disaat orang lain tak bisa melihatku.
aku hanya bisa menjerit perih disaat malam smakin larut dan menyapu ketenangan malamku.

aku tak berhak membencimu bukan ?
aku tak berhak menuntut janjimu bukan ?
aku tak berhak menamparmu bukan ?
siapa aku ?

yasudahlah
emosiku,tangisku,tawaku selalu menjadi hal yang tersembunyi.
iya bersembunyi lagi-lagi di belakang barisan kalimat ini.

itulah aku.
aku yang kau tinggalkan tanpa alasan.
aku yang kau hempaskan.
aku memang membosankan, aku yang penuntut, aku yang cengeng, aku memiliki penyakit, aku manja dan inilah aku dengan semua kekuranganku.

aku terima ini.
dan aku pun tak ingin menawar keadaan bisa berubah seperti dahulu.
sungguh
kakiku menuntut untuk berlari menuju masa depan.
leherku tak ingin melihat ke masa lalu.

biarkan aku berlari
biarkan aku pergi
karena kamulah yang melepaskan aku untuk pergi bukan ?
oke pikirkan ini tuan :)


selamat tinggal untuk kamu.
10Intan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar