Sabtu, 15 Februari 2014

Selepas kepergian kamu

Hai malam
Aku masih bisa bercerita kepadamu
Smoga saja kamu tak bosan menghadapi aku
Ini masih untuk tentang dan selalu kamu
Kamu yang pergi tanpa penjelasan
Meninggalkan jejak yang samar
Hingga aku tak tau harus seperti apa mengejarmu di kegelapan.
Sementara Cahaya yg kamu beri hanya setengah lilin saja.

Kamu tau?
Selepas kepergianmu
Aku masih berharap ini mimpi
Menampar pipi sekencangnya adalah usahaku tuk membuatku sadar bahwa ini nyata.
Kamu tau?
Selepas kepergianmu
Kegilaan seperti apa yg aku lakukan?
aku lebih gila daripada mereka yg gila
Hanya saja kegilaan itu msih bisa aku pendam dan tak ku perlihatkan
Kamu tau?
selepas kepergian kamu
Seperti apa keadaan tubuhku?
menggigil dingin tapi keringatku ttap mengalir
Merasakan hentakan demi hentakan menyentuh dinding hati
Merasakan bagaimana hati yang penuh luka ditetesi jeruk nipis.
Apa kamu tau?
Usaha seperti apa yang aku lakukan agar kamu paham bahwa sakit yang aku alami amat luar biasa?
Aku terlampau drama
Aku terlampau bodoh
Tapi sadarkah perempuan bodoh ini dibuat semakin; bodoh oleh siapa?
Apa kamu tau?
Tidak bukan?
Kamu seolah menutup hti dan telingamu
Merasakan ketenangan karena kamu tak akan lagi trbebani oleh perempuan ini.
Mungkin..

Sehari seminggu sebulan dan nyaris di bulan ke3 ini apa kamu tau?
usaha aku untuk benar menghapus smua yang pernah ada?
untuk melupakan ribuan bahkan jutaan pil pahit yang kamu paksa untuk aku telan bulat bulat.
Apa kamu tau?
Semenderita apa aku?
pasti tidak akan pernah tau
Karena kamu bukan lagi yang aku kenal
Sosok yang mau peduli akan hati
Sosok yang menenangkan bukan menegangkan
Sosok yang menyejukkan bukan memanaskan
Yah
Perasaan selepas kamu pergi masih sama
Tapi untuk sekarang sepertinya itu smua hilang
Hilang dan sulit untuk ada seperti semula.

Trima kasih untuk
Jutaan detik
Ribuan menit
Dan untuk smua hari yang penuh macam warna
Kamu benar benar mengajarkan aku ttg sabar.

Hanya dengan cinta
10Intan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar