Rabu malam Kamis 9Juli 2014
malam yang sedikit berbeda dengan malam yang lain
malam ini ada banyak perasaan yang singgah di berbagai jutaan manusia di dunia.
Di Indonesia negaraku, semua rakyatnya tengah sibuk dengan pesta demokrasi, saling menjatuhkan,saling mengunggulkan dan saling meyakini bahwa pemimpin pilihannya adalah yang terbaik hingga mereka semua lupa bahwa bulan suci ini seharusnya tidak diisi dengan perselisihan.
sementara di belahan bumi yang berbeda tepatnya Di Palestine, saudara-saudara muslimku tengah berjuang membela agama tercinta, berjuang agar Islam tidak pernah kalah.
Di Palestine, para budak dibunuh,di bombardir,di tembak,dan tidak ada yang boleh hidup secara aman dan damai.
padahal apa yang sebenarnya telah mereka perbuat ? dosa besar seperti apa yang mereka lakukan hingga mereka mendapatkan ribuan peluru,ratusan bom,bahkan darah mereka yang mengalir deras seakan pemuas dahaga kaum Yahudi. seakan pemuas KESUKSESAN.
lalu di belahan bumi lainnya tepatnya di Brazil, euforia piala dunia telah melanda.
Sungguh 3 belahan bumi yang sedang merasakan euforia yang benar-benar berbeda.
nah sekarang aku ?
aku yang ada di bagian bumi Indonesia, tepatnya di satu tempat yang membuat jentikan jemari ini menari-nari dengan semangatnya juga memiliki satu perasaan yang berbeda.
kamu tau apa ? RINDU
ya rindu yang berbeda
rindu yang bersebrangan.
sungguh satu perasaan ini seakan tak ada matinya untuk kamu seseorang yang masih aku tunggu kedatangannya.
aku belum tau rindu ini untuk siapa, dan atas nama siapa ?
karena taukah kamu ? kalau aku bukanlah seorang perempuan yang memiliki titik fokus kerinduan, aku tidak sama seperti orang lain yang jelas rindunya untuk siapa.
aku hanya merindukaan seorang jodohku.
aku tau mungkin di seberang sana ada dia yang merindukan aku.
ada yang butuh perhatian kecil.
dan mungkin dia yang telah lelah dengan segala pengabaianku
tapi lagi-lagi taukah kamu ? bahwa rindu ini bukan untuk dia atau mereka.
ini untuk kamu seseorang yang nantinya akan ada satu shaf di depanku.
orang yang akan kucium punggung tangannya selepas shalat.
orang yang akan ada di sampingku di saat malam
serta orang yang ku bangunkan di sepertiga malam
orang yang akan menuntunku kemana pun ia pergi.
dan orang yang akan kujadikan imam dalam mengambil berbagai keputusan.
rindu aku dan dia
rindu aku dan mereka
berbeda
berseberangan
bila diibaratkan aku menatap kamu yang ada di barat daya
dan dia atau mereka ada di barat laut
bisa kamu bayangkan bukan betapa aku rela tak memperhatikan mereka hanya untuk orang yang masih absurd,yang belum jelas juga seperti apa.
lalu apa yang bisa aku jadikan pegangan agar aku bisa tetap terfokus pada kamu Tuan?
pikirlah.
Aku membiarkan waktu yang aku punya hanya utk menunggu kamu.
Merindu kamu sosok yang telah Allah persiapkan.
Sosok yang Allah rahasiakan.
Allah sembunyikan.
Aku tak butuh mereka yang berlagak peduli terhadap sgala hidupku.
Aku tak butuh mereka yang datang dan pergi sesukanya.
Aku tak butuh janji mereka.
Aku tak butuh perasaan 'sayang' mereka yang memaksa.
Aku hanya butuh kamu.
Kamu yang belum aku tau tapi masih bisa dan seakan terus bisa menciptakan letupan rindu distiap syaraf tubuh ini.
Aku bosan dengan mereka yang selalu berkesan memaksa itu.
Aku bahkan sangat kelelahan mengahadapi mereka.
Taukah kamu Tuan?
Aku sangat berusaha semampuku untuk mengunci hati ini demimu.
Aku sangat percaya bahwa kamu pun akan dan tengah mengunci hatimu untukku bukan?
Sekali lagi aku tekankan
Rindu yang kupunya dan rindu mereka yang terselip hanyalah sebatas angin yang sedikit menyejukkan tapi tak membuatku nyaman.
Rindu yang kupunya dengan rindu mereka sangat berbanding terbalik.
Sangat berseberangan.
Tuan
Ini rinduku untukmu.
Semoga kamu bisa merasakannya walau mata tak smpat melihat.
Jari tak saling mengisi.
Tangan tak saling menggenggam
Juga hati yang tak saling terikat.
Percayalah
Akan ada waktu Allah pertemukan kita.
Berbaiklah disana.
Krn aku pun tengah memperbaiki diri untuk kamu.
10Intan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar