Selasa, 27 Januari 2015
Kita
Senin, 26 Januari 2015
Jomblo bermartabat.
sudah terlalu lama aku asyik sendiri..
yap sebagian kecil lirik dari lagu yang kini tengah populer di kalangan mereka yang notabene disebut dengan "jomblo,single,solo atau apapun itu".
entahlah kenapa gue ngangkat tema ini di dalam tulisan acak-acakan, yang jelas jomblo adalah predikat yang sangat hina sepertinya hahaha
padahal ga hina hina banget sih cuman sedikit ngenes dan tak berdaya *oke abaikan*
ga ga gtu kok tenang aja.
mungkin kebanyakan orang memilih sendiri itu bukan karena mereka yang ga laku tapi mereka emang pada dasarnya terlalu menikmati hidupnya ya dengan kesendiriannya itu, berbeda dengan kebanyakan orang yang lebih memilih berdua, karena katanya lagi sih berdua itu lebih baik.
banyak juga orang yang menganggap bahwa kaum jomblo adalah kaum nestapa disaat sabtu malam atau malam minggu tiba, padahal ga semuanya kaya gitu, dan menurut gue kaum jomblo yang nestapa di malam minggu adalah kaum drama, kaum yang gabisa nikmatin hidupnya sendiri dan cenderung ingin seperti orang lain dengan cara pemaksaan. sejujurnya gue adalah kaum yang bisa dibilang kadang nestapa kadang egk sih, ya relatif lah tergantung situasi dan kondisi tapi gue terkadang malah lebih sering lupa kalau misalkan hari ini adalah hari sabtu atau malam minggu, terkecuali kalau gue liat apdetan orang di bbm atau di twitter, barulah gue inget kalau yap hari ini malam minggu.
gue sangat menyesalkan orang yang slalu sedih, slalu minta hujan, slalu berdoa biar yang punya pacar buat putus, miris banget keliatannya dan gue ga suka. lagi-lagi kenapa ? karena bagi gue jomblo kaya gitulah yang membuat label jomblo itu nestapa, kaum yang lemah, kaum yang teraniaya.
huftt gue berdoa semoga kaum tersebut cepat sadar.
sumpah gue gasuka dengan orang yang slalu repot dengan statusnya yang sendiri itu, kenapa sih harus mikir kalau berdua lebih baik, ya emang berdua lebih baik tapi nanti saat status lo bukan cuman sekedar pacar tapi suami dan istri, barulah berdua lebih baik. coba deh lo telaah lagi apa aja yang sebenernya bisa lo dapetin disaat lo sendiri, banyak jombs banyak banget.
lo bisa lebih mandiri
lo bisa lebih fokus dengan apa yang belom lo raih
lo bisa punya banyak waktu buat keluarga
lo bisa lakuin apapun yang lo mau tanpa larangan orang lain selain orang tua lo.
so jomblo bermartabat itu adalah jomblo yang mampu merubah kualitas dirinya
jomblo yang egk bahagia di atas penderitaan orang yang pacaran
jomblo yang egk minta hujan di malam minggu
jomblo yang egk perlu apdet galau saat malam minggu gaada yang ajak jalan.
jomblo bermartabat itu jomblo yang tau kalau dibalik kesendiriannya Tuhan akan slalu menjaganya Tuhan akan slalu mendampinginya Tuhan yang akan slalu mendengar doanya.
kalau matahari aja yang sendiri bisa nerangin jutaan makhluk di bumi, masa lo egk bisa sih.
jadi jomblo itu ga selamanya menyedihkan
jadi jomblo itu ga selamanya nestapa
jomblo itu sebuah pilihan dimana pilihan tersebut yang harus kita hadapin mau dengan resiko terbesar sekalipun.
gaada cinta sejati yang datang dengan sembarangan
gaada jodoh baik yang datang dengan cuma-cuma
semuanya akan slalu berbanding lurus dengan apa yang udah lo lakuin.
do the best for the best.
gaada hasil buruk kalau prosesnya baik, dan gaada orang yang baik yang egk bisa menghargai proses.
so selagi sendiri,nikmati saja, tetap jadi diri sendiri tetap rubah dan charger kualitas diri. karena yang terbaik adalah hasil bagi mereka yang mau susah.
jomblo bermartabat itu jomblo hebat.
jomblo nestapa itu jomblo yang.....ya isi sendiri.
pilih aja mau yang mana.
yang jelas tetep senyum tetep sabar.
Tuhan kasih apa yang pantas buat lo bukan apa yang pantas menurut lo.
salam jomblo ceria.
10 Intan.:))
Sabtu, 10 Januari 2015
ialah aku..
Assalamualaikum 2015.
hari ke 10 di awal Januari, masih sangat malam, bahkan tengah larut malam.
masih ada perempuan yang terbangun dengan sekelumit perasaan yang entah harus diterjemahkan menggunakan apa.
sungguh, belum ada rasa kantuk yang menjalar di syaraf mata ini hingga saat jemari saling beradu dengan papan alphabet pun sang kantuk masih belum terasa.
lantas ku putuskan saja untuk bangun dan membuka layar laptop agar sesegara mungkin aku dapat bercerita bersama malam dan kedua malaikat di sampingku.
sudah 10 hari di awal tahun ini Allah memberikanku nikmat nafas yang tak terkira, nikmat sakit diawal minggu, nikmat berkumpul bersama keluarga, nikmat rezeki, dan nikmat lainnya.
rasa syukur atas 9 hari dan 1 hari yang baru saja satu jam enam menit yang lalu aku rasakan begitu istimewa.
banyak hal yang terjadi di awal tahun ini, lalu banyak pula perbedaan yang terpampang nyata, semua begitu terencana, namun catatan yang dapat kamu,atau kalian ketahui bahwa rencana itu ialah rencana Allah. bukan rencanaku.
satu hal yang tetap sama layaknya tahun lalu.
yakni penantian.
sampai saat ini kata menanti seakan tak ada habisnya terdengar gaung dan gemanya di gendang telingaku.
Ya benar, amat sangat benar. perempuan ini masih saja menanti seorang imam yang kelak akan ada satu shaf di depannya, perempuan ini masih saja menanti seseorang yang akan berikrar dibawah langit, dihadapan mamah dan bapa,keluarga,serta semuanya untuk senantiasa hidup dalam suka dan duka bersamanya, perempuan ini masih dan akan terus menanti seseoang yang entah masih Allah simpan dimana,bersama siapa dan dalam keadaan apa.
perempuan ini ialah aku sendiri..
ya aku.
aku yang harus menutup rapat-rapat telinga saat orang lain begitu mudahnya menganggap bahwa usahaku ini tak ada ujungnya.
meremehkan, menertawakan segala hal yang aku idamkan, seakan semuanya tak akan menjadi kenyataan.
ialah aku yang selalu berusaha tampak kuat dihadapan mamah ibu kandungku sendiri, wanita yang selalu mengkhawatirkan keadaan hatiku, wanita yang menangis saat aku ditimpah dengan rasa kecewa, wanita yang marah saat aku dikhianati dan disakiti.
ialah aku dengan segenap kekurangan namun berharap seseorang dengan kelebihannya.
ialah aku dengan segenap waktu.
ialah aku dengan segenggam harap.
ialah aku dengan setetes keringat.
ialah aku dengan sebutir sabar.
ialah aku dengan setulus hati menantimu.
ialah aku yang tertulis di dalam Lauhul Mahfudz-mu.
ialah aku yang tak sempurna namun tetap berusaha untuk menjadi baik untuk kamu.
ialah aku yang tak kaya raya namun tetap menabung kebaikan untuk kita nikmati bersama-sama kelak.
ialah aku yang mengenal lelah namun tetap bersemangat untuk menjemputmu ketika kamu datang di depan rumahku.
ialah aku yang mendoakanmu di stiap penghujung shalatku.
ialah aku dengan atau tanpa kamu saat ini akan terus berjuang atas nama cinta kepada Allah untuk beristiqomah menunggumu.
dan satu lagi tuan, ialah aku tulang rusukmu...
your future wife.
with love 10Intan.