Senin menyedihkan .
Bagiku tentunya.
Dan mungkin bagimu juga.
Kita samasama disibukkan dengan ego.
Aku berkata bahwa aku milikmu
Namun kamu berkeyaninan hatiku masih terpaut dgn mereka.
Aku berkata bahwa aku milikmu
Termasuk hati didalamnya.
Namun kamu masih terus berkeyakinan bahwa ucapanku tak sama dengan tindakanku.
Aku berkata bahwa aku milikmu
Termasuk kasih dan sayang di dalamnya.
Namun kamu masih tetap berkeyakinan lebih bahwa aku masih kosong. Aku masih menyimpan kenangan bersama mereka.
Iya memang aku simpan dan aku kubur dalam-dalam.
Begitupun kamu bukan?
Bedanya aku ceroboh karena tak menyadari masih ada yg tertinggal.
Sementara kamu tidak.
Sukarku saat ini masih sama.
Menjelaskan semuanya dengan sebaik-baiknya
Dengan sejujur-jujurnya
Karena apa?
Karena anggapmu aku masih saja salah.
Aku masih saja belum bertindak sesuai ucapanku.
Aku tau bahwa kita masih sangat muda.
Sayang dan cinta antara kita masih terurut diurutan entah yg keberapa.
Kita masih berkutat dengan ego yang sama.
Kita masih berseteru dengan kekesalan yang sama.
Lantas akan sampai kapan?
Apakah kita tak lelah?
Aku sangat tau kamu lelah. Begitu pula aku.
Aku ingin turunkan hujan di pelupuk mata ini.
Tapi aku juga tau bahwa kamu tak sukai itu bukan?
Lalu aku harus bagaimana lagi?
Aku sudah berada dalam titik terlelah.
Namun aku tak ingin berhenti.
Aku masih ingin terus berjalan.
Bersama kamu tentunya.
Sesalku sudah teramat parah.
Jengahku pun sudah sangat dalam.
Namun satu hal.
Hati ini masih sama .
Untuk kamu dan milik kamu.
Bukan dia atau mereka.
10Intan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar