Selasa, 26 Januari 2016

Surat untukmu❤

Assalamualaikum untukmu
Dari kota kelahiran kita yang istimewa.

Hari ini udara cukup bersahabat, sejuk, sekalipun mentari masih malu-malu untuk menantang manusia berpanas-panasan.
Dan ada aku, dibalik dinding kamar yang tengah duduk menatap layar handphone ini.
Mencoba menuliskan #SuratUntukFebruari bulan dimana aku sangat berterima kasih kepada ibumu yang dengan payah telah melahirkanmu, lelaki yang saat ini menjadi teman ributku dan teman merinduku.
.
Ya walau kamu tau surat ini ku tulis melalui media sosial bukan kertas beserta amplopnya.

Ku tulis surat ini dengan sedikit sisa keringat sehabis olahraga tadi, ya aku berolahraga karena kamu menuntutku utk sehat bukan?
Juga karena tidak mau lagi melihatku ditusuk oleh jarum suntik berikut infusan yang menggantung.
Sebuah perhatian yang cukup sederhana.
.
Kasih
Dengan tangan yang basah, seperti yang kamu tau, izinkan aku untuk meminta maaf atas segala kelancanganku perihal mencintamu.
Maaf karena diam-diam aku menyelipkan namamu di doaku selepas bersimpuh padaNya.
Maaf karena diam-diam aku memaksa Tuhan untuk membuatmu terus bersamaku.
Maaf karena secara diam-diam aku membiarkan perasaan tak biasa ini tumbuh tanpa ampun.
Hingga akhirnya aku merasa diperbudak atas dasar sayangku kepada kamu.
Ya
Tak apa bagiku walau mungkin kenapa-kenapa bagimu.
Sebab bukankah perasaan tak pernah salah memilih tuannya?
Jika begitu maka maklumi aku atas perasaan yang mungkin berlebihan menurutmu.
.
Kasih
Dengan nafas yang ku atur sedemikian teraturnya.
Izinkan aku masuk ke dalam hidupmu, walau aku tau aku bukanlah yang pertama.
Izinkan aku untuk terus menumbuhkan perasaan ini sekalipun aku tak pernah tau buah seperti apa yang akan aku tuai nantinya.
Meskipun selalu ada kata "entah" di setiap pembuka kalimat dalam kegamangan kisah kita.
Ya
Entah aku akan menjadi rumahmu atau hanya persinggahanmu.
Entah aku akan menjadi tempatmu melepas lelah atau hanya tempatmu beristirahat sejenak.
Aku tak tau.
.
Hanya saja bagaimana pun "kita" pada akhirnya.
Bagaimanapun rasa "kita" pada akhirnya.
Semoga kamu slalu mengingat bahwa ada perempuan yang pernah menyayangimu,mencemburuimu,merindumu,serta mengoceh tanpa jengah.
Ya
Dia ialah..
Aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar