Sudah tepat 20.33 wib.
Kita sudah hampir 24jam lebih tidak saling menyapa.
Kita menyiksa diri.
Dan kita terdiam dengan ratusan pemikiran yang membunuh.
Khususnya aku.
Aku kehabisan kata untuk menjelaskan bagaimana hatiku saat ini.
Bagaimana kita saat ini.
Dan bagaimana kita esok hari.
Mengapa harus separah ini?
Mengapa harus semenyakitkan ini?
Mengapa harus semenyedihkan ini?
Mengapa?
Bisakah kamu jelaskan jawaban dari semua pertanyaan yang sejatinya membuat nafasku terengah setiap detiknya.
Membuat ujung tenggorokanku kian tercekik.
Dan membuat air mata memencahkan kelopak mataku.
Taukah kamu seperti apa aku saat ini.
Aku menggigit bibirku, menguatkan diriku sendirian.
Menyeka stiap air mata sendirian.
Menelan semuanya serba sendirian.
Lalu kemana kamu?
Dimana kamu?
Dan seperti apa akhir yang kamu inginkan?
Seperti inikah?
Aku yakin bukan seperti ini.
Lantas mengapa?
Mengapa kamu mendiamkan "kita"
Mendinginkan "kita"
Jika mencintaimu itu perjuangan, belum cukupkah perjuanganku selama ini?
Belum cukupkah tulisanku menggambarkan betapa aku terpukul saat kamu pergi.
Dan betapa aku bahagia saat kamu ada.
Jika saja ketakutkanku dapat kamu baca dari jarak terdekat maupun terjauhmu.
Masihkah "kita" dibuat sesakit ini.
Hari ini rasanya tulisanku sangat tak bermakna dan tak beralur.
Ini karena hatiku tengah tak menentu.
Semoga kamu pahami.
Sekali lagi.
Haruskah 'kita' seperti ini?
Dan kesekian kalinya.
-aku menyayangimu-
Without you
10Intan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar