sudah sangat lama dari terakhir kali aku bercerita tentang orang yang sama.
izinkanku menyapamu "Hai tempat curhatku.."
seperti biasa, kamu mungkin sudah tahu apa maksud dariku yang selarut ini masih belum terhantam kantuk.
ya..
hati dan pikiranku terus berpacu dengan hal-hal yang terasa menyesakkan dada.
lucu memang, disaat orang lain telah tertidur, aku masih sibuk menenggelamkan diri untuk tidak mengingat hal-hal yang menyakitkan.
ah iya,
aku akan bercerita tentang seseorang yang masih menjadi bagian dalam doaku.
menjadi penyemangatku untuk terus berjuang, memperjuangkan apa-apa yang bisa aku perjuangkan.
memperjuangkan rindu yang ku rasa sangat menyesakkan.
Tuan
aku rindu
mengapa hampir setiap harinya aku tiada jemu untuk mengatakan itu ?
Tuan
aku rindu
aku amat sangat rindu
hingga aku merasa butuh satu kata lain yang sekiranya dapat menggambarkan betapa aku benar-benar sedih sendiri saat ini.
Tuan
aku rindu
sekaligus aku malu
aku malu mengapa aku tak bisa sekuat perempuan lain ?
mengapa aku terus merengek bak anak kecil kehilangan permen atau balonnya ?
Tuan
aku rindu
setiap aku membuka mata,
maka rinduku terus bertambah
seperti aku ini tengah menabung
menambah jumlah nominal kerinduan
Tuan
apakah hanya aku saja ?
apakah hanya aku saja ?
apakah hanya aku saja ?
apa hanya aku yang terus merindu sementara kamu ??
Tuan
aku rindu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar