Sabtu, 15 Maret 2014

Sekuat kamu menghancurkan dinding hati:)

Aku masih tak paham
Bahkan setelah 3bulan lebih kita berada dalam status sebagai mantan.
Entahlah mungkin otakmu terbuat dari rubik yang sangat sulit ku pecahkan.
Hampir 3tahun lamanya aku terus menyelami apa yang kamu pikirkan,walaupun tanpa alat bantu nafas.
Hampir 3tahun lamanya aku terus berjuang mendaki setiap bukit yang terjal,yakni hatimu.
Semua memang hampir dan tak sampai.
Kamu mendorongku ditengah tengah usahaku untuk terus mempertahankan.
Kamu seakan lupa diri.
Lupa bahwa aku adalah wanita yang dulu kamu puja.
Bahkan kamu amnesia bahwa aku adalah wanita yang slalu iklas menanti stiap harapan kosongmu itu.
Aku yang selalu menjadi tempatmu pulang.

Aku masih saja dibuat bingung
Aku kira perpisahan akan menyelesaikan masalah.
Ternyata bukan sama sekali
Yang ada masalah baru pun muncul.

Keegoisan rasanya masih mutlak ada dalam diri kita
Sebelum 3bulan aku msih sangat berharap kamu bssa merubah smuanya.
Menata kembali dinding yang kamu robohkan.
Tapi penantianku tak kunjung membuahkan hasil yang maksimal
Yang ada kamu malah semakin membuat tumpukan kekecewaan di dada.
Perpisahan rasanya belum menjadi pelajaran yang bisa membuka mata dan hatimu.
Perpisahan rasanya kamu anggap hal biasa saja (mungkin)

kini saat 3bulan itu telah berlalu dan benar-benar ingin aku tutup.
Apa yang kamu lakukan?
Kelabilan kembali kamu pertunjukkan kehadapku bukan?
Kamu kembali mengais stiap puing-puing dinding
Berharap kamu bisa kembali membangun itu bersamaku.
Berharap aku bisa memaafkan.
Mungkin utk maaf aku masih bisa.
Tapi untuk kembali membangun?
Rasanya sudah dan amat sangat cukup.

Kecewaku telah mendarah daging saat ini.
Amarahku telah sampai di ubun-ubun saat ini.
Anganku pun telah ku buang jauh ke planet diluar angkasa sana.
Tangisku pun sudah aku abaikan.
Karena aku tau ini akan tetap sia-sia dan percuma.

Egois dan egois
Kamu slalu menodongku dengan tingkah konyolmu bertanya ttg siapa yang kini menjadi alasanku utk ttp hidup
Siapa yang kini menjadi sumber tawa distiap hariku.

Jika aku bisa membalikan
Pertanyaanku adalah
"kemana kamu di 3bulan penantian setelah perpisahan? "
Apakah kamu sudi menengok hati ini?
Apakah kamu sudi menyentuh jiwa yang dengan mudah kamu hempaskan?

kesudianmu datang setelah aku menutup smuanya.

Rasanya ribuan frase kata yang aku tulis pun tak akan membuatmu merasakan getirnya stiap tawa palsu yang aku simpulkan.
Merasakan keringnya tenggorokan saat kenangan membuatku harus menelan jutaan pil pahit UTUH!

Kamu terlalu kuat dalam hal menghancurkan
Dalam hal merobek
Dalam semua hal yang tak kamu sadari membuat luka ini semakin parah.

Luka yang kamu buat amat sangat sempurna.
Dan kebodohanku tak kalah sempurnanya.

Tapi sayang itu dulu
Jauh sebelum aku sadar bahwa smuua tak kamu pedulikan

Jadi utk saat ini dan mungkin kedepannya
Aku tak ingin mengizinkan bayanganku atau bayanganmu ada di hari baru yang tengah aku jalani.

Biarlah anggap 3tahun yang lalu adalah mimpi.
Dan 3bulan lebih ini adalah hidup nyatamu.

Lupakan smuanya.
Aku akan jauh lebih baik lagi dari sebelumnya.
:)


10Intan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar