Jumat, 14 Maret 2014

untuk kalian pelajar:)

Ini pos yang udh pengen banget ditulis
Efek tadi sore liat anak sekolah yang naik di atas truk.
Entahlah apa yang ada di pkiran mereka
Mungkin mereka pikir itu amat sangat keren dan bukan anak muda banget kalo ga sama kaya temen yang lainnya.
Miris banget hati liat kelakuan anak sekolahan yang jauh dari kata bermoral.
Kenapa ga bermoral?
Gini deh moral yang baik itu faktanya bisa kita lihat dengan indra penglihatan!
Apa dengan kelakuan mereka yang seperti itu mereka bermoral baik?
Think again!
Dengan cara mereka yang lebih kelihatan bodoh seperti keledai.
Apa mereka gamkirin orang tua mereka yang mati-matian ngehidupin ngebiayain sekolah mereka dan utamanya Allah/Tuhan mereka yang ngasih waktu yang berharga banget di tiap detiknya dan itu smua mereka laluin dengan kesia siaan, 1x 2x mungkin mereka masih bisa selamat,tapi siapa yang tau ketiga kalinya dia jatoh dan mati.?
Bagi saya mereka tdak menghargai dirinya sendiri merusak masa muda mereka dengan kebodohan yang sejujurnya mungkin mereka sadari namun ttap dilakukan krn tuntutan.
Iya tuntutan emosional,krn mereka takut temannya mengejek dan menghinanya karena saya tau sndiri bahwa diusia mereka,pencitraan adalah segala-galanya.
Saya mungkin belum menjdi seorang pendidik yang sejati bahkan jauh dari kata profesional. Tapi hari hari saya saya dijejali dengan smua materi dalam hal pendidikan.
Lantas bila sekolah saja belum bisa memberikan penanaman pendidikan karakter apa yang harus dibenahi?
Apakah orang tua akan menjadi sasaran utama stiap kesalahan sang anak?
Apakah guru juga yang akan menjadi sasaran kedua setelah orang tua?
Lantas mereka "Peserta didik" yang masih jauh dari kata berpendidikan harus tetap dengan label korban.
Korban arus?  Korban keluarga? atau korban apalagi?

Saya tidak mencari siapa yang salah dalam hal ini
Tapi disini saya hanya mencari jalan dan titik tengah dari permasalahan yang seolah menjadi hal yang lumrah di kalangan bahkan di dunia pendidikan dan moral peserta didik.

Semua hanya bisa saling menyalahkan tanpa memperbaiki kesalahan.
Semua hanya bisa menunjuk tanpa mencari titik terang.
Semua berfokus pada masalah tanpa mencari solusi.

Sekali lagi saya rindu jiwa peserta didik yang berkarakter saya rindu jiwa peserta didik yang kuat dalam tekad memajukan bukan jiwa yang mudah terbawa arus globalisasi yang buruk.
Mungkinkah masih ada jiwa peserta didik yang bermoral dan berkarakter disaat saya menjadi pendidik?

Untuk kalian yang masih berseragam sekolah
Teruslah perbaiki diri
Waktu akan terus berlalu
Jangan buat waktumu menjadikan penyesalan tiada terhenti di masa yang akan datang.

Pemuda yang hebat tentu sudah bangun saat orng lain tertidur,berjalan saat org lain bangun,berlari saat org lain berjalan dan tentu menuai keberhasilan saat org lain mungkin msih tertatih menggapai keberhasilan.

Sukses untuk dan HAK bagi mereka yang menghargai setiap proses bukan yang ingin cepat menuai hasil tanpa peduli prosesnya baik atau buruk.

Dan untuk mereka yang masih terbawa arus negafif bukalah hati kalian. Lihatlah kedua orang tuamu.
Ingatlah mereka pernah muda dan ingatlah bahwa kalian pun akan menjadi seperti mereka.
Hargai waktumu
Sebelum waktumu dicabut.

Salam bahagia
10Intan.:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar