Sabtu, 26 April 2014

palsu

sabtu siang yang cukup panas entahlah kenapa kota kelahiran ini sangat amat panas yang membuat masyarakatnya tiada hari tanpa mengeluh.
sabtu siang ini gue cuman mau nulis semua yang sejujurnya udah ada di ujung lidah dan pengen banget gue omongin.
yap tentang MEREKA.
mereka yang dulu datang berlaku baik
mereka yang dulu datang menyapa seakan malaikat
mereka yang dulu hadir di setiap detik
dan satu hal mereka yang ternyata tak jauh beda dengan yang lain.
menjadikan perempuan ini layaknya halte untuk singgah lantas pergi menuju halte berikutnya, dan entah kapan mereka akan berhenti menjadikan satu demi satu perempuan layaknya halte.
sekedar singgah,namun hadirnya itu hanya sekejap lalu pergi lagi.
setiap hari seakan seperti itu saja.
dan mereka yang baru saja gue buat drop dengan segala tingkah buruk gue.
mereka yang baru saja kaget dengan setiap kejutekan yang gue buat.
apa salah jika perempuan berlaku seperti itu ?
apa gue harus terus terlihat manis layaknya gula atau madu?
ya Tuhan jika pemikiran mereka seperti itu bagi gue itu sangatlah dangkal.
pernahkah mereka pikir apa maksud dari semua hal yang gue tunjukkin yang gue lakuin ?
gue rasa enggak sama sekali bukan?
baru kemarin mereka berbaik hati
baru kemarin pula mereka berkata akan bertahan untuk perempuan layaknya gue.
iya baru kemarin bahkan mungkin belum genap 30hari.
tapi sekarang nyatanya apa?
gue miris dengan mereka.
amat sangat miris.
dikasih gertak sedikit aja ciut.
baru dibikin kaget dikit aja nyerah.
lagi-lagi apa gue salah dan lagi-lagi mereka yang benar ?
gue emang selektif masalah ini, karena yang gue pertaruhkan bukan hal yang biasa.
tapi masalah HATI.
gue hanya ingin mereka bisa mengerti sedikit saja maksud dari semua tingkah idiot gue yang kata mereka sih nyakitin.
padahal jauh dari itu semua yang gue rasa paling sakit dan gila ya gue.
hah emang bener semua hanya berjuang disaat mereka rasa bisa dengan mudah mereka dapet, tapi pas nyatanya yang mereka perjuangin itu susah ya mereka mundur.
oke yasudahlah lupakan.
mereka juga sekarng punya hidupnya masing-masing dan gue juga gakan ganggu mereka lagi.
so thank you so much boy:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar