Minggu, 27 April 2014

aku belajar..

ada sedikit nafas saat aku merasakan sesak yang lagi-lagi sama.
ada sedikit oksigen yang aku hirup saat aku tengah keracunan karbon monoksida.
ada sedikit lentera saat semua ruang terasa gelap dan pengap.
iya itu semua saat ada kamu.
saat kamu tiba-tiba datang menyeruak ke segala penjuru kehidupanku, mengubah skenario hidup yang tengah aku rencanakan sendiri, mengubah kehidupanku yang tadinya konstan,mengubah hariku yang tadinya tak pernah ada pemanis, iya kamu datang disaat yang tepat. saat aku tengah merasa jenuh dengan kesendirian,tapi aku berusaha utk menstabilkan emosiku untuk menjadi lebih biasa, bahkan nada bbm yang berbunyi dan isinya itu dari kamu pun selalu aku anggap layaknya bbm orang lain yang sama saja biasa dan tak berarti.
kamu memang membuat hariku beda, tapi sebenarnya aku hanya tak ingin larut ke dalam hal yang membuatku sakit pada akhirnya, aku terlalu banyak belajar dengan mereka sebelum kamu. mereka yang menjadikanku layaknya halte atau stasiun. mereka yang hanya menjadikan aku persinggahan.
maka dari itu aku slalu membiasakan dan terus menerus berusaha agar aku tak merasakan hal yang sama skali tak ingin aku rasakan, yakni.. "sayang". aku selalu membuang jauh-jauh perasaan ini saat berkomunikasi dengan kamu.
menggantungkan atau bahkan membuang dulu hati saat aku dengan kamu tengah bercerita tentang apapun.
sekali lagi aku hanya takut, takut kamu akan sama seperti mereka.
berlagak menjadi orang yang peduli,namun akhirnya sama saja...pergi lalu mengacuhkan atau bahkan mengabaikan hari yang lalu.
aku belajar untuk tidak hanyut dalam setiap percakapan yang kamu mulai, aku belajar untuk tidak menyukai suara diujung telpon,bahkan aku belajar untuk tidak kehilangan saat kamu lupa untuk mengabariku.
satu lagi aku selalu belajar untuk menganggap setiap bbm yang kamu buat Deliv dari pagi hingga pagi lagi lalu hanya kamu buat R tanpa membalasnya adalah hal yang BIASA.
aku belajar untuk paham segala kondisimu, belajar untuk tidak merasakan bahwa aku hanya satu perempuan yang kamu hubungi dikala kamu lelah akan tugasmu, aku belajar untuk membuang segala pemikiran negatif tentangmu bahkan akuu belajar untuk tidak berharap lebih,untuk tidak memberikan perasaan lebih dari teman kepadamu.
aku pelajari itu semua tanpa kamu tau.
padahal jika kamu membaca ini sungguh aku tengah berusaha untuk berbohong. membohongi setiap kenyamanan yang kamu suguhkan. berbohong untuk segala perhatianmu yang aku anggap biasa.

aku amat membiasakan diri ini untuk tidak sepenuhnya menggantungkan harap kepadamu.
walau aku tau ternyata kemampuanku sangatlah terbatas, hingga pada akhirnya rasa takut inilah yang mengantarkanku kepada rasa yang aku benci, rasa "sayang dan tak ingin kehilangan".
lagi-lagi rasa ini mengalahkan segala pembiasaan dan pembelajaran yang aku lakukan.
apakah aku salah ? bukankah sayang dan cinta memang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu?
lantas apakah waktu yang sama sekali belum genap satu bulan mampu mengantarkanku kepada rasa sayang ?
aku harap ini hanyalah rasa suka dan nyaman bukan rasa sayang dan tak ingin kehilangan.
karena aku sangat tak menginginkan luka saat ternyata kamu pergi tanpa ucapkan salam. karena aku sangat tak menginginkan tangis saat aku tau bahwa rasa ini hadir hanya ada di dalam diriku saja bukan di dalam diri kita. juga karena aku tak ingin waktu terlalu cepat memisahkan kita.

jika sudah seperti ini apakah semua yang ku anggap biasa akan tetap menjadi hal yang biasa ?
juga apakah semua yang ku pelajari akan berhasil ataukah malah sebaliknya ?

aku tak tau..aku masih perlu belajar untuk menyelesaikan skenario yang kamu buat.
namun aku sudah sangat siap dengan semua kisah yang nantinya akan berakhir seperti apa.

satu hal aku sangat nyaman dengan setiap percakapan yang kamu mulai.
sekalipun tak lebih dari 3600detik :)

hanya dengan cinta
10Intan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar