Rabu 28Mei2014.
Satu malam yang bertaburkan bintang nan indah, gemerlapnya mampu membuat mereka yang tengah dilanda asmara akan terus merasakan cinta.
bintang dan bulan 2 dari trilyunan penghuni planet luar angkasa yang sinarnya mampu membuat mereka yang merindu akan terus merasakan kerinduan.
sinarnya menghangatkan setiap mata yang melihat, membuat hati terus berdegup memuja keindahan yang telah Tuhan rancang sedemikian indahnya.
malam itu. saat aku rasa semua akan baik-baik saja.
saat aku rasa malam ini akan tak jauh beda dengan malam yang lain.
yap malam yang bisa saja aku akan tersenyum bersama orang-orang baru yang selalu ada menemani.
tapi ternyata semua tak sesuai dengan apa yang aku pikirkan.
malam itu untuk ke ratusan kalinya mungkin, masa lalu kembali membuatku menelan pil pahit.
entahlah aku masih tak habis pikir dengan pria sipit itu.
setelah 6bulan perpisahan pun dia masih saja dengan mudah membuat air mata ini membludak dengan bebas dari pelupuk mata yang kemudian turun membasahi permukaan pipi.
aku masih juga kehabisan akal kenapa pria yang memiliki tanda di kupingnya sangat mudah membuat hati ini meradang, merasakan sesak di dada.
terkadang aku sangat membenci pria menyebalkan itu, tapi terkadang pula pria itu masih membuat aku merasakan rindu.
aku membencinya karena perbuatannya yang amat dungu bagiku.
membohongi satu demi satu perempuan yang sudah dengan jelas tulus memberikan segala perhatiannya.
perempuan itu bukan aku saja, masih ada yang berstatus adik kelasku, bahkan kaka kelasku.
aku membencinya karena kebohongannya yang dengan sengaja ia lakukan.
aku sering memarahinya,memaki perbuatan idiotnya melalui pesan singkat.
aku masih sering membentaknya setelah 2 atau 3bulan kita mengakhiri hubungan.
aku lakukan itu smua hanya untuk membuatnya sadar saja.
tapi tetap saja perbuatanku hanya sebatas angin, dirasakan namun diabaikan.
dan malam itu, pria tinggi dengan sedikit wajah orientalnya ada di hadapanku.
dia yang sejak dari awal kedatangannya tertunduk lemas.
aku malas melihatnya, malas melihat pria yang tak henti-hentinya menyiksa hari demi hariku.
aku sangat malas saat dia masih memaksa untuk bertemu denganku dan menjelaskan hal yang sejujurnya memanglah sudah jelas.
iya jelas.
aku membuka pembicaraan dengan pria bodoh ini.
aku hanya ingin ia mampu menghargai aku, sosok perempuan yang dahulu dia pilih utk menemani kurang lebih 1400harinya.
aku yakin bahwa ia sebenarnya memiliki hati yang baik dan mampu menghargaiku.
baru saja aku membuka pembicaraan, air ini langsung melesat dengan cepatnya hingga pipi ini basah.
rasa sakit yang aku rasa mungkin memang tidak dirasakan oleh pria di hadapanku ini.
bahkan mungkin ia sama sekali tidak berpikir bagaimana rasanya jadi aku.
aku tak mempermasalahkan dengan siapa dia saat ini.
aku hanya mempermasalahkan satu hal yakni rasa menghargai.
iya aku tau bahkan amat sangat tau bahwa pria ini tengah menemukan wanita barunya, wanitanya adalah kaka kelasku.
aku tak masalah, perasaan mereka adalah hal yang tak bisa aku salahkan.
begitupun cinta yang mereka katakan, cinta yang mereka pertunjukkan yang menjadi salah satu penyebab dari ribuan mengapa aku masih merasakan sesak yang sama.
aku tak masalah.
dulu saat malam seindah kemarin.
aku menghabiskannya bersama pria bodoh ini dengan canda dan tawa.
bukan dengan isak dan tangis.
bukan dengan nada bbm yang berisik.
bukan dengan dering telepon yang tiada hentinya terdengar dari telepon genggam pria cina jawa ini.
dulu hanya aku yang menyebutnya "mas"
tapi sekarang perempuan baru yang bersliweran dengan mudah menggantikan aku menyebut "mas"
dulu kita pernah saling menguatkan, bukan saling melemahkan seperti ini.
dan dulu kita memang pernah sedekat nadi sebelum akhirnya kita sejauh matahari.
malam itu.
ku lihat wajah pria pembohong ini dengan semua kekecewaan yang telah memuncak.
aku membiarkan air mata ini terus berjatuhan, bukan untuk dikasihani. tapi hanya untuk memperlihatkan bahwa ada wanita yang sudah habis kesabarannya.
bahwa ada wanita yang sudah terluka hatinya.
aku biarkan dia melihatku dengan segala kesakitan yang sudah aku pendam di 6bulan ini.
malam itu.
aku tak henti-hentinya melihat pria scorpio ini menerima telpon dari seseorang yang tak ingin aku sebut namanya.
malam itu.
aku perhatikan punggungnya yang membelakangi dan menutup mulutnya dengan pelan menjawab setiap pertanyaan yang muncul dari perempuan di satu tempat yang tak aku tau dimana.
malam itu.
rasanya aku benar-benar kepayahan.
rasanya aku tak memiliki kekuatan untuk berdiri.
aku benar-benar lelah.
andai saja pria ini tau.
lalu malam itu.
aku mendengar kata maaf untuk yang sudah tak terhitung jumlahnya.
aku terdiam, aku tak bisa memaafkan pria ini.
aku hanya membutuhkan waktu untuk membuat hati ini stabil kembali.
hingga akhirnya malam itu aku melihat pria jahat pergi bersama kepulan knalpot motor besarnya.
dan aku ?
ku tutup semua pintu hati ini.
ku buang kuncinya dan ku hilangkan semuanya.
tekadku sudah bulat.
pergi lalu menjauhinya adalah jawaban agar tak ada rasa sakit yang terulang.
trima kasih untuk kamu :)
10Intan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar