tepat 13 jam 23 menit.
di minggu pertama bulan manis..Juni.
kini cerita yang ku tulis bukan lagi tentang mereka yang memberi harapan palsu.
tapi ini cerita tentang kamu yang saat ini tengah menanti masa pendidikan 7bulan ke depan.
sebenarnya aku masih merasa tak pantas untuk menceritakan kamu.
kamu yang terkadang aku rasa sangat jauh bagai bumi dan matahari.
kamu yang terkadang aku rasa sangat dekat layaknya jari dan kuku di tanganku.
aku dan kamu pernah menjadi kita.
walau akhirnya kita memutuskan untuk berjalan bersama namun di tempat yang berbeda.
aku amat sangat mengenalmu.
aku selalu membiasakan diri sesaat kamu berkata sayang bukan hanya kepadaku.
aku selalu berusaha untuk sabar dan tau diri.
karena aku tau, kamu pasti akan mencariku disaat kamu lelah dan payah.
dan aku pun akan memberikan kedua tangan serta bahuku untuk menjadi teman berkeluhmu.
aku bingung, perasaan seperti apa yang sebenarnya hadir untukmu.
aku tak bisa menjelaskan perasaan apa yang ada dan tumbuh lebih jauh di bagian palung hati.
aku terkadang membencimu dengan segala perlakuan menjengkelkanmu, kamu yang menelponku untuk menanyakan perempuan lain.
kamu yang mengirimkan bbm untuk sekedar bertanya siapa teman di display pictureku.
Tapi jauh dari itu..
aku merasa dekat sekali saat kamu slalu menggenggam erat tangan ini hingga merah saat kamu datang kerumahku.
aku merasa bahagia dan hilang penat saat aku berbicara denganmu, yah meskipun pembahasan yang kita bicarakan tak lebih dari sekedar kekonyolan akan hal yang kita perbuat.
bahkan terkadang kita sama-sama membicarakan sosok siapa yang tengah dekat dengan kita.
bodoh memang, katanya kamu menyayangiku.
tapi kita malah membicarakan hal yang mungkin saja membuat kita merasa kepanasan.
Ya Tuhan
lagi lagi aku masih tak bisa menebak perasaan ini, perasaan kamu dan segala hal yang terkadang aku rasa begitu manis meski sesaat.
.
Lantas sekarang tawa renyahmu, suara kerasmu yang memecah gendang telinga, kesombonganmu, juga kekanak-kanakan kamu mungkin akan menjadi alasanku merindu.
alasan aku untuk menitihkan air mata.
meski aku tau kita memang bukan siapa-siapa lagi sejak 3tahun lebih 8bulan.
tapi menurutku kita masih memiliki setitik perasaan yang entahlah harus aku tafsirkan seperti apa.
aku menghabiskan banyak waktuku bukan dengan kamu.
begitupun kamu yang tak menghabiskan banyak waktu dengan aku.
kita hanya memiliki waktu yang berkualitas tak lebih dari 1bulan sekali dengan jarak waktu 120menit dan itu tak lebih.
sabtu malam kemarin.
iya waktu yang kamu tunggu
waktu yang kamu ingin segera wujudkan
waktu yang kamu tempuh dengan segala perjuangan
namun bagiku waktu kemarin sangat hebat menyisakan kegalauan di benak ini.
aku merasakan hal yang sepertinya adalah jawaban dari segala hal yang aku pendam.
ya ternyata aku masih memilki setitik perasaan sayang.
karena aku tak bisa membohongi bahwa aku merasakan kesedihan dan kepiluan sesaat setelah kepergianmu.
kepergianmu memang tak begitu lama.
tapi tetap saja bagiku itu sangat menjemukan.
ah entahlah, aku pikir kamu tak akan menemuiku.
aku pikir kamu tak akan menyempatkan waktu.
dan aku pikir kamu hanya akan berlalu tanpa mengizinkanku utk menatap wajah angkuhmu itu.
tapi ternyata sesaat sebelum kamu pergi, kamu datang dengan kepolosanmu. dengan keluguanmu dan bagiku itu adalah kali pertama kamu bersalaman dengan bapak, pria yang kamu takuti bukan ?
kamu datang dengan tak ada rambut sehelai pun di kepala.
aku melihat raut kebahagiaan yang sangat dalam di matamu.
dan malam kemarin, aku merasa memiliki satu kekuatan magis, hingga aku merasa bahwa aku sedikit istimewa mungkin bagimu.
walau awalnya aku merasa sangat biasa dibandingkan dengan mereka yang slalu kamu sapa di dunia maya.
mereka yang kamu perlakukan begitu istimewa.
tapi ternyata.. semenjak kejadian malam kemarin aku menjadi yakin, bahwa segala ucapan dan janji yang kamu ungkapkan itu benar adanya.
tulus dari hatimu.
hati yang aku tak bisa tebak.
kini kamu menghilang diantara gelapnya malam.
kamu menaiki mobilmu dan pergi menyisakan kepulan debu...
lalu aku ?
sejujurnya aku merasakan sesak yang tak bisa aku gambarkan.
aku merasakan kehilangan.
padahal aku tak begitu intens bersamamu meski kita berada di satu tempat yang berdekatan.
entahlah..mengapa aku bisa sesedih ini.
dan aku merasa bahwa kepergianmu akan membuatku menghabiskan banyak waktu untuk menunggu kabarmu.
menunggu kemungkinan kamu menelponku.
yang perlu kamu tau adalah...
aku pasti merindukanmu.
aku pasti menunggumu.
aku bangga.
oh iya satu lagi...
aku menyayangimu :)
sukses menyertaimu a^^)
10Intan.
Aku membencimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar