Jumat, 02 Mei 2014

Satu suara yang kurindu

Ada banyak hal yang kini semakin membuat otak ini semrawut.
Layaknya kota metropolitan yang kian hari kian kacau.
Perandaian yang aneh memang.
Tapi seperti itulah nyatanya.
Kekacauan ini semakin parah,saat kamu yang kujadikan solusi tak kunjung memberi perhatian.aku butuh kamu.
Aku butuh suara yang slalu menenangkan.
Aku butuh itu iya butuh kamu.
Aku slalu menunggu dri pagi hingga malam bahkan hingga pagi lagi utk sekedar mendengar sdkit suara di ujung telpon.
Walau hasilnya masih nihil.
Walau nyatanya tak sesuai dengan keinginan.

Jenuh dan bosan rasanya sudah biasa.
Sudah sangat tidak aneh (lagi)

Terkadang aku sangat menginginkan utk benar-benar keluar dari jeratan kamu. Aku benar-benar ingin pergi dan menyelesaikan segala penantian ini.

Namun kamu tau bukan? Jika itu smua hanya terucap dari mulut saja sementara disini di hati ini justru semakin mengeras dan menguat bahwa aku masih layak memperjuangkan kamu.
Aku masih ingin mempertahankan segala kondisi yang faktanya semakin tak karuan dengan sedikit tenaga yang aku punya.

Ya Walau kamu sama skali tak jua melihat perjuangan serta usaha mati-matianku.
Usaha yang aku habiskan hanya utk menunggu satu kabar darimu.
Dan Aku hanya memiliki satu keyakinan bahwa kamu akan menyadari semua yang aku lakukan yang katanya demimu itu sangatlah tulus dan keluar dari hati yang paling dalam.
Dan Yah sekali lagi walau kamu tak mungkin bsa sadari itu.

Jujur..
Aku memang lelah Tuan.
Lelah yang kurasa sudah amat parah.
Lelah ini semakin menusuk saat aku tak bisa menahan rindu saat aku semakin sesak saat kamu bisa dengan mudah bersliweran di timeline maupun di recent updates tapi tidak di log telppn bbm sma wa line aku!
Aku amat lelah,saat kamu tak pahami berapa banyak waktu yang sengaja ku sisihkan hanya utk menunggu kabar,dan utamanya hanya utk mendengar satu suara di ujung telpon tanpa kamu tau.

Dan kini rasanya aku menyerah.
Menyerah utk semua hal yang tengah aku impikan. Menyerah agar aku tak lagi menunggu kamu.
Hingga aku pun belajar utk tidak candu akan suaramu.
Sekali pun itu sangat mustahil.
Aku akan coba terus lakukan itu,karena aku tau usahaku benar-benar tak berharga di matamu.
Aku akan coba pergi,karena kamu yang memulai cerita tak kunjung memberi kepastian akan seperti apa hubungan ini.
Dan akan sampai mana aku dijadikan selingan kamu!
Sungguh sayang...
Aku akan memulai kembali belajar tanpa adanya kamu.
Tanpa adanya suara kamu di daun telingaku.
Tanpa adanya kamu dalam setiap denting bbm yang masuk.
Juga tanpa adanya kamu di hati ini.

Biarlah aku yang akhiri.
Aku bisa jauh lebih hebat tanpa kamu
Percayalah.
Karena dahulu pun aku pernah ada di posisi yang lebih parah dari ini.

Semoga saja kamu baca ini.
Agar kamu tau segala perhatianku di 20hari yang lalu adalah perhatian yang kamu abaikan.
Serta sayang yang aku berikan adalah sayang yang kamu anggap angin.

Trima kasih pernah hadir utk kembali pergi.
Trima kasih telah jadikan aku selingan.
Selamat bertugas kembali Tuan:)

10Intan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar