Selasa, 31 Maret 2015

Thanks March..

Selamat malam Maret.
penghujung malam yang sangat panas di kota nan istimewa ini.
31 hari sudah aku melewati bulan kelahiran.
bulan yang menghantarkanku pada angka yang bertambah 1.
yes i'm officially 19'yo.
19 tahun yang cukup membuat aku sang pemilik cerita tak henti bersyukur.
di bulan yang berjumlah 31 hari ini banyak sekali cerita.
dari sedih,tawa,duka semuanya hadir.

selama 19 tahun aku mendapatkan oksigen dari allah dengan cuma-cuma, tiada bayaran, tiada tuntutan, dan tiada keluh.
selama 19 tahun aku dititipkan kepada 2 orang anak adam yang saling mencinta.
dialah Bapa dan Mamah.
orang yang sungguh luar biasa dan aku mencintainya sungguh.
selama 19 tahun banyak sekali hal yang allah beri, dimulai dengan kebahagiaan, kesakitan, tangis, tawa, duka dan masih banyak lagi lainnya.
19 tahun aku dipertemukan dengan ratusan manusia yang berbeda, dipertemukan dan dipisahkan.
19 tahun belum menjadi apa-apa.
masih menyusahkan
masih begini saja.
namun syukurku tak akan henti kuucapkan teruntuk Ia Illahi Rabbi.
ia memberiku orang tua hebat, keluarga besar yang berbeda kepercayaan namun tetap satu, sahabat yang setia saat suka dan duka, sahabat sd,smp,sma dan sahabat satu almamater,sahabat maya,semuanya.
10 Maret 2015, tepatnya pukul 00.00 
ada suara si bocah babi yang ngangenin. dia Caca. sahabat satu perasaan, sahabat yang paling baik semuanya. oke aku kangen !!
ada mama dan bapa di jam 5 pagi, mama yang bawa kue, bapa yang nyanyi, moment yang alhamdulillah banget dimana aku masih bisa ngerasain dipeluk, dan dicium mama bapa. 
ada akiki,fahda,habsah,sekar,fajar,bibi,amang,nnek,aki,om densi,om kacung, tante yeti,marlo,mbak ulan, semuanya yang bikin nangis lagi :')
ada anak kelas D yang sumpah bikin nangis karena mereka yang meluk, mereka yang doain, mereka yang nyubit pipi, mereka yang cium, mereka yang the best. semoga kalian sukses jadi gurunya ya sayang.
ada ica,ici,copiw,riday,boin,syima,bebe,mita,cindy,esta,gina,rina,teh arin,teh ndeh yang ya allah ngasih kejutan dan bikin muka belepotan cream kue.
ada rekan bem kreatif solutif yang rame rame ngucapin di grup, ada banyak juga temen di kontak bbm, yg nelpon, yg sms, semuanya makasih banget !! laafyu guys.
dan ada Danny Wira Anggara.
temen satu SMA, 3 tahun ga pernah sekelas. 3 tahun cuman cukup tau. 4 tahun ga sadar rumah deketan.
cowo yang sumpah bikin gondok sekaligus bikin moment 19thn makin gabisa dilupain.
dia yang boong, dia yang bikin terharu, dia yang romantis.
cowo yang rela nyari balon,bawa balon,bawa bunga,kue,kado dan semuanya.
cowo yang sekarang menetap di palung hati.

terimakasih maret.
terimakasih untuk semuanya.
aku bahagia.
sungguh.
izinkan aku untuk bertemu denganmu kembali di tahun selanjutnya.
dengan usia baru.

harapan untuk usia saat ini masih sama, keberkahan hidup dan kebermanfaatan hidup untuk orang yang ada di sekitar, utamanya mama ida, bapa ketut, keluarga, sahabat dan danny :)
barakallah fii umrik :)


10Intan.

Minggu, 08 Maret 2015

hai dan:)

ditulis saat rasa kesal memuncak.
iya sangat kesal.

17 Februari lalu.
iyap, tepat satu denting bbm yang sudah sangat biasa dan tak terpikirkan akan merubah semuanya.
satu pesan yang isinya tak terlalu penting tapi bisa menyihir bahkan membuat bibir yang tadinya datar berubah senyuman. ah sungguh lebay bukan ?
kamu tau ?
ada satu alasan yang memperkuat jemari ini menceritakan kamu yang belum genap satu bulan hadir di semestaku.

alasan itu apa ?
kamu tau kata nyaman ?
menurut kamus besar bahasa indonesia, nyaman ialah suatu keadaan dimana seseorang merasakan kedamaian dan tak merasakan ketakutan sekalipun ada di dalam dunia yang gelap.
sebenarnya itu bukan pengertian yang seutuhnya dari KBBI, itu hanyalah perandaianku demi meyakinkanmu bahwa ini memang keadaan yang bisa dengan mudah kamu rubah dengan sangat singkat.

bukan aku tak mau mengakui.
bukan aku menghindari.
aku hanya tak bisa ungkapkan itu, sekalipun bisa, mungkin kamu akan tak terlalu percaya.
hanya saja ini benar adanya.
rasa nyaman ini semakin hari semakin tumbuh.
namun sayangnya, kamu sndiri yang terkadang membuat rasa nyaman ini berubah menakutkan.
iya seperti sekarang ini, kamu yang berubah layaknya es di kutub utara.
lantas bagaimana bisa aku bertahan dengan suhu yang kamu buat amat dingin ini ?
aku rindu hangatmu bukan dinginmu.
tapi lagi-lagi ini karenaku (katamu) tapi memang benar juga.
aku membuat semuanya tampak pelik, padahal ini sangat ringan.

aku egois dengan memintamu menunggu
aku egois dengan memintamu untuk berkata baik
aku egois dengan memintamu untuk tak pergi
aku egois dengan memintamu untuk bersabar
aku amat egois
hingga dengan kesalahan yang banyak pun aku masih menunjuk kamu, menghakimimu dengan perkataan bahwa kamu tak sabar menantiku.
padahal jika aku diposisimu pun aku akan melakukan hal yang sama.

aku tak akan berbohong akan perasaan ini.
aku nyaman bahkan amat sangat nyaman.
aku bisa tertawa lepas saat dengan kamu.
padahal semenjak aku dikenalkan dengan luka, rasanya sangat sulit untuk tertawa dengan sseorang selain keluarga dan sahabat.
tapi kamu berbeda.

aku slalu memintamu untuk menunggu
sementara aku ? aku malah sibuk dengan memikirkan bagaimana perasaanku
tanpa peduli perasaanmu.
aku ini jahat sekali bukan ?
ah wajar saja aku ditampar oleh mu dengan suhu yang dingin ini.

aku menyayangimu sungguh.
tapi aku pun masih ingin melihat perjuanganmu.
salahkah aku ?
jika salah, mungkin aku akan mempersilahkan kamu untuk pergi.
tapi jika aku benar aku akan sangat bahagia masih bisa bersama denganmu, sekalipun 'kita' masih belum memiliki kejelasan akan status.

ah aku mengetik cerita sepanjang ini
pasti akan memicu konflik yang baru
terlebih postinganku yang sebelumnya berkaitan dengan orang yang dulu.
tapi aku sudah menutup semuanya, semuanya. iaa semuanya.
sesaat ada kamu lelaki penghuni ujung jembatan
sesaat ada kamu yang tinggi melebihiku
sesaat ada kamu yang datang mengajakku bermain kambing di layar handphonemu
sesaat ada kamu yang alay
sesaat ada kamu yang menyebutku 'bu gulu cantik'
sesaat ada kamu yang berjalan lebih dahulu tanpa memegang tanganku
sesaat ada kamu yang membuka pagi dengan aneka rasa layaknya permen nano-nano
sesaat ada kamu yang tak romantis tapi bisa membuat hari slalu manis
sesaat ada kamu yang dengan ringan mengatakan 'pakyu'
sesaat ada kamu yang beda layaknya tvone.
sesaat ada kamu yang mampu mematahkan kunci hati.

namun harapku adalah tidak ada kata sesaat untuk 'kita'


That I just want you to know,
I've found a reason for me,
To change who I used to be,
A reason to start over new,
And the reason is you. (Hoobastank)

beri tau aku sesaat kamu membaca ini.
karena ini jawaban dari semua pertanyaanmu :)



your beautiful teacher.
10 Intan.

saatnya berkata selamat tinggal untuk kamu :)



Karena tak selucu itu..
Sempat ku miliki harap akan seseorang yang saat ini terpisah ratusan km dengan aku. Dia sosok lelaki yang tentu lebih tinggi dariku, lebih hitam dariku dan lebih dewasa dariku. Sosok yang bisa membuat hati bergeming, mulut yang kelu dan lajur darah yang seakan mengalir deras. Dia lelaki 18 Maret yang aku kenal 15 April tahun lalu.

Sudah hampir 10 bulan (katanya) aku mengenal dia, (katanya) aku pernah bercerita dengannya, (katanya) aku yang pernah bertemu dengannya dan aku yang hingga saat ini tak kunjung berani untuk meninggalkan satu baris komentar didalam social media yang ia punya, aku yang tak pernah berani menekan jemari ini untuk menanyakan kabarnya, aku yang slalu memilih diam dan berharap kamu akan pahami semuanya.

Sudah lama aku habiskan semua waktu hanya untuk bergantung pada sosok lelaki yang sungguh biasa mengabaikan setiap kesusahan dan kepayahanku. Sudah lama pula ku habiskan malam untuk menangis dan melukis mimpi agar kelak aku bisa menjadi seseorang perempuan yang dengan bangga menceritakannya di hadapan orang lain, aku yang dengan penuh semangat mendukung setiap langkah kakinya, profesinya dan semua hal positif yang akan ia lakukan.

Sudah lama jua aku habiskan air mata untuk sekedar memohon layaknya musafir di hadapan Tuhanku, agar Ia sudi mempertemukan kita dan menyatukan kita, bukan malah memisahkan kita seperti ini.

Sudah lama aku sangat ingin mengatakan semuanya di hadapan wajahmu, aku yang bahkan tak kau hiraukan bagaimana hati ini,bagaimana pedih ini,bagaimana luka ini dan bagaimana pula aku bisa bertahan dengan sisa kekuatan hanya untuk kamu padahal sudah sangat jelas bahwa aku bahkan tak pernah terbesit di dalam setiap denyut nadi serta hembusan nafasmu. 

Aku terlampau bodoh untuk berharap banyak pada lelaki egosi sepertimu, lelaki yang hanya datang untuk menghancurkan semesta yang amat payah ku susun rapi sisa badai di masa lalu.
Aku terlampau menutup hati untuk orang lain sementara kamu terlampau bebas membuka hatimu untuk perempuan lain selain aku.
Aku sangat bodoh membiarkan waktuku tergerus hanya untuk menghambakan diri dalam rengkuhmu yang justru tak nyata adanya.
Kebodohan ini laksana embun bagiku, sejuk namun hanya sebentar terasa.
Kebodohan ini laksana hal yang amat lumrah dan slalu penuh maklum.
Aku membiarkan diri untuk terus terseret jauh dari hal nyata hanya untuk merengkuhmu yang terus berlari meninggalkanku tanpa menoleh sedetik pun.
Aku membiarkan diri untuk terus menghukum diri bahwa aku masih layak menggapaimu yang sudah jauh terbang diatas sana bersama perempuan lain.

Hingga saat ini, hingga malam ini, sesaat setelah semua terasa semakin pedih..
Ku bulatkan tekad amat sangat bulat untuk melepaskanmu, melepaskan rengkuhmu, melepaskan cengkramanmu yang dengan nyata aku sendiri yang buat bukan kamu.
Ku tegarkan hati ini untuk bisa hidup dengan atau saat melihatmu bersamanya.
Ku biarkan semuanya berjalan semestinya layaknya dahulu, sesaat sebelum ada kamu dalam nafasku, dalam gemingku, dalam doaku, dalam lukaku dan tentu dalam lelah serta tangisku.
Perjuanganku tak selucu ini
Doaku tak sekonyol ini
Hidupku harusnya tak semenderita ini
Dan kamu harusnya tak perlakukan ini
Bertingkah baik, untuk kemudian sama saja seperti yang lain
Rasa sayang ini tak ku sesali sedikit pun
Hanya saja aku menyesali mengapa harus kamu yang dengan mudah mendobrak dinding hati ini.
Mengapa harus kamu yang menghancurkan semestaku dengan begitu singkatnya.
Serta mengapa harus kamu yang menjadikan malamu semakin gelap
Menjadikan siangku semakin panas
Serta menjadikan hariku semakin tak bermakna.
Andai saja kamu tau, bahwa semua yang ku lakukan tak selucu ini, tak sebodoh ini
Mungkinkah peran ini akan tetap sama ?



ditulis akhir januari lalu, satu pertiga malam.
dengan penuh duka.
ini kisah terakhir.
selamat tinggal
10.Intan:')