Malam ini aku benar-benar kalap.
Emosiku sulit untuk dikendalikan.
Bukan hanya karena aku tengah dalam masa menstruasi.
Tidak.
Ini lebih kepada rasa takut yang sulit aku definisikan.
Sebenarnya mudah, hanya saja bagiku sulit untuk diungkapkan.
Sejatinya aku benar-benar marah.
Puncak kemarahanku dilandasi karena aku sayang dan aku takut.
Ku pikir ini wajar.
Aku cemburu.
Aku cemburu.
Aku cemburu.
Aku ulangi sebanyak 3kali agar semakin jelas.
Aku sangat payah untuk tidak marah saat aku tau akan hal yang sebenarnya sepele.
Namun cukup memicu emosiku untuk tersulut.
Andai saja aku tidak membuatnya terasa sangat drama, mungkin ini akan tampak biasa.
Tapi tidak bisa.
Ya aku tidak bisa membiarkan hal yang bagiku menganggu dianggap biasa saja.
Sungguh, saat aku merasa ini membuatku marah, aku akan marah.
Marah layaknya boneka kesayanganku diambil tanpa ampun oleh org yg aku kenal misalnya.
Ini aku.
Aku mencintai seseorang dengan payah.
Dengan genap dan ganjilnya.
Dengan kurang dan lebihnya.
Tapi aku tidak bisa mencintai seseorang yang masih menyimpan masa lalunya dengan rapih.
Dengan alasan apapun, sebab itu menyakitkan dan sukses membuat jantungku berdegup kencang karena emosi.
Iya ini aku!.
Aku akan protes dan aku akan marah tanpa jeda.
Aku akan mengomel tanpa lelah tanpa jengah.
Hingga emosiku hilang semua maka aku akan kembali normal.
Namun bukan berarti saay marah aku gila.
Bukan.
Lebih tepatnya, saat aku marah.
Itulah saat aku merasa bahwa aku menyayangi. Bahwa aku mencintai.
Bahwa aku takut.
Takut untuk kemudian ditinggalkan lagi.
Takut untuk kemudian dibuat menangis lagi.
Takut untuk kemudian disakiti tanpa ampun lagi.
Takut takut ini sulit didefinisikan.
Takut ini hanya mampu dirasakan olehku saja.
Karena olehmu akan percuma.
Sebab kamu harus tau sendiri bagaimana rasanya.
Hingga kamu paham dan tak mengulanginya lagi.
Sebelum terlambat.
Sebelum emosiku semakin menjadi-jadi.
ketahuilah.
Aku menyayangimu.
Jika bagimu ini berlebihan.
Maka ubah persepsimu menjadi : bahwa aku begini karena perasaanku terhadapmu.
10Intan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar