lagi dan lagi
rasanya tenggorokanku semakin tercekik sesaat berulang kali lelaki sepertimu menyebut namanya.
perempuan yang sedikit banyak mewarnai harimu dulu.
harusnya aku tak sekanak-kanakan seperti ini
ya harusnya aku biasa saja
ya harusnya aku tak marah dengan emosi yang meledak-ledak
TAPI
ini perasaanku
perasaan cemburuku yang entah keliru entah benar
hanya saja aku selalu merasakan panas yang luar biasa saat lidahmu dengan mudah menyebut ia lagi dan lagi
haruskah aku terus membuat ini tampak biasa ?
padahal sejatinya ini tak biasa
haruskah aku terus membuat ini seakan drama ?
padahal ini benar-benar bukan drama
pahamkah kamu bagaimana emosiku saat aku mendengar namanya disebut
pahamkah kamu bagaimana emosiku saat wajahnya muncul di linimasa instagram kita?
pahamkah kamu bagaimana emosiku saat aku merasa aku tak ada apa-apanya dibanding ia ?
pahamkah kamu ?
pahamkah bagaimana sakitku ?
bagaimana tangisku saat malam merajai hati dan pikiran buruk tanpa ampun ?
ya mungkinkah cemburuku ini sebuah kekeliruan ?
ataukah kewajaran ?
hanya saja
jujur..aku menyayangimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar