hai blogku..
sudah sangat lama dari terakhir aku memposting sebuah entri tentang dia di pertengahan november tahun lalu.
sekarang ?
sudah masuk bulan ke empat di tahun 2017.
kalau kamu ingin tahu, aku sempat berpaling darimu dan memilih tumblr untuk memposting beberapa kalimat yang kurasa pas untuk menggambarkan bagaimana keadaan hatiku saat itu.
sayangnya, tumblr tak cukup lama bertahan dalam handphoneku.
akhirnya aku memilih blog lagi, memilih menuliskan beberapa tulisan yang sudah sangat pasti tak ada yang membacanya.
baiklah,
sepertinya kamu sudah paham bukan, mengapa aku memilihmu untuk menjadi media paling ampuh untuk mendengarkan segala cerita yang tak bisa dengan mudah aku ceritakan pada siapapun itu kecuali Allah Tuhanku.
kamu pun sudah pasti paham siapa yang aku maksud dalam tulisan ini.
ya..dia lelaki yang amat romantis di hari jadi ke 2 tahun,
lelaki yang dengan mudah membolak-balikkan perasaanku.
lelaki yang pandai membuatku menangis dan bahagia di waktu yang relatif sama.
lelaki yang hingga saat ini tak ku ketahui sedang dimana dan dengan siapa.
dengan siapa aku tahu sebenarnya, hanya saja itu tak cukup menguatkanku bahwa ia tengah dalam kondisi yang baik-baik saja.
namun aku sangat yakin bahwasanya ia pasti tengah dalam kondisi yang sangat baik.
aku syukuri itu.
sebab disetiap kali aku terbangun nama yang ku sebut untuk slalu allah lindungi setelah mama dan bapa adalah dirinya.
aku tak peduli bagaimana nanti akhir dari semua ini, akhir dari segala perjuangan dan penantian ini.
hanya saja aku akan slalu berbuat semampu dan sekuatku.
aku tidak ingin mendramatisir keadaan, sebab aku yakin aku mampu lebih kuat dan lebih dewasa dalam menyikapi hal ini.
aku mencoba untuk senantiasa tegar dan menelan semuanya sendirian.
meski itu tak mudah dan aku masih kalah.
hanya saja, dia harus tau bahwa aku benar-benar merasa kalah dan diperbudak atas perasaanku sendiri.
aku memilih untuk menangis sendirian, dan memendam semuanya.
aku tidak ingin tampak lemah, sekalipun saat aku menuliskan hal ini isyarat yang ku buat akuu tak sekuat yang aku sebutkan.
perlu ia ketahui bahwa memendam rindu dan memendam perasaan bersalah sama sama menyiksa.
aku rindu, sangat rindu.
aku memohon setiap sujud terakhirku agar aku bisa cukup kuat dalam menghadapi ujian ini.
meski semua berat, dan tidak mudah. aku percaya, allah selalu menyertai setiap tetes air mata yang jatuh dengan bebas dari pelupuk mata.
satu hal yang aku ingin ia ketahui adalah, semenyakitkan apapun rasa yang aku miliki terhadapnya tak berubah sedikit pun.
semua masih sama.
dia masih menjadi lelaki yang ku harapkan menjadi pendampingku kelak.
lelaki yang menjadi tempat ternyaman untuk menumpahkan segala lelah.
lelaki yang sangat aku rindukan saat ini.
kapanpun ia membaca postingan ini.
aku berharap, kita masih tetap menjadi kita yang utuh dan semakin menguat.
kita yang mampu melewati ujian ini.
amiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar