terhitung 5 hari setelah kita berdebat, mendebatkan hal yang tentu dengan mudah membuat hati ini merasakan sakit yang cukup sempurna.
egoku besar, pun egomu.
kita 2 insan yang tengah berada dalam jurang ego yang sangat dalam.
aku mempertahankan diriku bahwa ini benar, begitupun denganmu.
baiklah, harus kamu ketahui.
saat ini, saat aku tengah mengetikkan entri baru dalam blogku, aku tengah berusaha untuk mengatur segala emosi yang tengah membumbung.
aku berusaha dengan sangat untuk tidak menitikkan satu tetes air mata.
semoga aku bisa.
ya kamu lihat saja apa yang akan aku selesaikan di akhir tulisan ini.
sudah 5 hari kita saling diam, diam tanpa ada yang berusaha untuk memperbaiki keadaan.
kemudian aku, yang mungkin bagimu pun sama "tak ada niat untuk memperbaiki". begitu bukan ?
sungguh.. sayang, aku benar-benar ingin memperbaiki semuanya.
aku ingin bahkan benar-benar ingin kembali dengan sangat bebas mengganggu waktumu dan memintamu dengan sangat mudah untuk datang menemuiku.
sungguh, aku rindu..
caraku yang aku rubah yang mungkin sangat aneh, aku diam.
aku tak ingin mengganggu harimu yang terlihat sangat padat dari instastory yang kamu upload.
aku tak ingin berdebat disaat kamu kelelahan.
dan harus kamu tahu, selama 5 hari ini. perempuanmu sangat sedih. setiap pergi dari rumah, aku selalu menyempatkan diri untuk menoleh ke arah rumahmu.
barangkali ada punggung badanmu yang tengah mengeluarkan motor. atau sedang apapun itu.
untuk apa ? untuk dapat melihatmu secara 2 detik.
(pada paragraf ini, air mata sudah terjun bebas dari pelupuk mata.
ah perempuanmu ini memang cengeng.)
aku terakhir melihatmu di hari pertama kita tidak saling menyapa.
dan itu terakhir, hingga saat ini aku belum lagi melihatmu.
sayang, sungguh rinduku sangat genap hari ini.
aku benar-benar merasa kalah lagi dan lagi.
aku rindu.
bagaimana bisa aku tidak rindu, dalam waktu yang lumayan menguras segala emosi dan pikiran tentang tugas skripsiku, tak ada kamu yang menyemangati.
tak ada kamu yang membuatku sedikit melupakan beban.
tak ada kamu yang membuatku tertawa dengan tindakan-tindakan recehmu.
benar-benar tak ada kamu, wajahmu, suaramu dan pesanmu.
aku benar-benar ingin memukulmu dengan sangat kencang, menamparmu hingga merah.
dan berkata mengapa harus sejahat ini.
mengapa harus setega ini.
membiarkan aku yang menangisi lelaki menyebalkan.
lelaki yang memuji dirinya sendiri, lelaki yang sangat mengesalkan.
dan lelaki yang membuatku rindu. KAMU
namun sebelumnya, maaf atas beban rindu yang mungkin membuatmu terganggu.
maaf atas ketidaksopananku yang setiap hari berharap ada satu pesan atau satu misscalled darimu.
meskipun itu tidak mungkin.
sungguh, aku rindu.
ah.
apakah teriakan rindu ini tak sampai di gendang telingamu ?
apakah kamu benar-benar sangat tidak peka?
AKU RINDU.
aku rindu melabuhkan peluk di dadamu.
aku rindu diusap pucuk kepala olehmu.
aku rindu semua hal yang terasa sangat aneh dan konyol saat kita bersama.
aku rindu.
ketahuilah, tak ada yang lebih menyedihkan dari menahan rindu terhadap seseorang yang bahkan tak diketahui turut merindu atau tidak.
ah iya, hari ini kamu pasti sedang sibuk-sibuknya.
maaf aku telah menyusahkanmu, meneriaki kata rindu, dan berulang kali menyebutmu dalam lipatan doa selepas shalat.
bagaimanapun kita pada akhirnya, harapku adalah aku tak mengecewakanmu lagi.
aku rindu kamu be.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar