Minggu, 30 Maret 2014

Tamuu itu..

Aku
Kamu
Dia
Dan pisah.

Tepat amat sangat tepat.
Dia yang ku maksud sangatlah banyak.
Entah itu orang,hewan,benda atau apapun.
Mengapa harus ada dia?
Selengah itukah aku mampu membuat tamu tak diundang masuk?
Dan sebodoh itu pula aku menganggap tamu itu baik.
Lebih parahnya aku dibuat keluar dari rumahku sendiri.
TUHAN..sungguh ini benar-benar menyakitkan.
Kata mengapa pun selalu saja menjadi pertanyaan terkuat yang mendasari ini semua.
Tamu itu membuat kita lupa.
Lupa akan KITA iya aku dan kamu bukan aku dan dia ataupun kamu dan dia.
Sekali lagi ini tentang Aku dan Kamu.
Jika saja tamu itu tak aku persilahkan mungkin saja kita masih berjalan.
Kamu tau?
Tamu itu ternyata benar benar parasit.
Menggerogoti sedikit demi sedikit hubungan kita.
Mulai dari sekedar hal hal yang kecil hingga akhirnya hal yang besar dan puncaknya Berakhir!
Iya berakhirnya hubungan!

Kamu tau?
Peka ini amat sangatt bisa aku pertanggung jawabkan.
Aku perempuan.
Hati yang ku miliki jauh lebih hebat dari logikamu.
Jika kamu berkata ini mustahil,bagi hatiku ini sngat mungkin terjadi sayang.
Hingga benar dan terbukti.

Aku belajar melihat semuanya dari segala aspek dan smua warna.
Aku bisa membedakan smuanya.
Karena tak langsung kmu sndiri yang mengajariku.
Aku belajar untuk tau hati dan pikiran perempuan lain.
Menjamah hati terdalamnya.
Membaca bola matanya.
Juga cara dia mengetik pesan singkat sekali pun.
Sungguh deritaku adalah saat insting ini mengatakan hal yang tak ingin sama sekali aku alami.
Seandainya saja kamu bisa menerima segala hal yang aku rasakan jauh sebelum ini terjadi.
Seandainya saja kamu bisa menyadari dan memegang tanganku erat mungkin kita tak akn terpisah dengan mudah.

Kamu seperti sangat lupa bagaimana menggenggam tanganku.
Krna kmu lebih nyaman dengan tangan tamu itu.
Hingga sela-sela jarimu pun seakan dibuat mabuk.
Kamu sepertinya amat lupa bagaimana menatap dan mengerti stiap hal yang aku utarakan lwat mata dan hati.
Kamu dibuat sibuk menari dan berlari ke arah mata dan hati tamu itu.
Lagi-lagi sayangnya kamu tak sadari.
Mungkin indra perasamu terputus saat itu.

Sungguh penyesalan akan tamu itu msih membuatku sesak.
Membuat tangisku murah.
Membuat harga diriku terinjak.

Dan setelah ini terjadi?
Kemana perginya kamu?
masih hidupkah kamu?
Masih bisakah kamu menghargai aku?
Perempuan yang terusir secara halus oleh tamu yang kita sama sekali tak undang untuk hadir?
cobalah buka mata dan Pikirkanlah sayang bahwa aku jauh lebih tau hal yang belum kamu tau itu.



Msih dengan sesak yang sama.
10Intan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar