Senin, 28 April 2014

Perempuan itu..

Malam ini sebenarnya aku tak cukup ingin membicarakan hal ini.
Tapi aku harus berbicara kpd siapa lagi kalau bukan berbicara pada papan alphabet ini, krn aku tidak akan bercerita kepada orang lain.

Aku pikir aku tak cukup memiliki orang yang bisa ku percaya slain kedua org tuaku dan beberapa sahabatku.
Aku hanya tak ingin kejadian ini kembali terulang.

Singkat cerita
Aku memulai pembicaraan bersama satu perempuan yang baru.
Yang aku anggap dia akan menjadi sosok perempuan yang bisa memegang kepercayaan yg aku berikan.
Rasa nyaman dan asyik adalah hal yang smkin mendukungku untuk banyak berkisah dengan dia.
Begitupun sebaliknya.
Aku merasakan hidupku berubah sedikit demi sedikit krn perempuan itu yang slalu menyemangatiku layaknya aku adalah adiknya.

Namun ada sedikit jurang pemisah yang tak bisa ku sebutkan.
Semakin hari trnyata ada hal-hal yang smakin ku temukan
Bahkan semakin jelas.
Semakin menyeruak saat mata ini melihat hal yang tak ingin aku temukan sejujurnya.

Aku diam.
Berusaha utk membiasakan aliran darah,degupan jantung juga rasa tak percaya.
Entahlah apa yang ada di dalam benak perempuan itu.
Apakah aku yang terlampau drama atau memang keadaan yang membuatnya terlihat drama?
Aku tak tau.
Sampai aku menulis inipun aku masih tidak tau, perasaan apa yang tengah merongrong jiwa.
Cemburukah?
Kesalkah?
Atau apa?
Apa aku salah bila merasa bahwa aku tak dihargai oleh keduanya,baik itu perempuan maupun lelakinya?
Ya Tuhan bisakah mereka membuka kacamatanya utk bisa melihat mata yang tengah dilanda kepedihan?
Bisakah mereka menelusup kedalam hati yang sejujurnya sangat ingin marah dan memberontak tapi terhalang oleh status baru yang aku sandang?
Bisakah mereka pahami?
aku memang msih terlampau muda mungkin utk mereka,tapi aku memiliki otak yang jauh lebih cerdas perihal menghargai perasaan org lain ketimbang mereka.

Aku tak menuntut utk kamu dan dia berjauhan TIDAK!
aku tak menuntut kamu dan dia utk berhenti berhubungan TIDAK sama skali TIDAK.
satu hal yang aku minta,hargai perasaan perempuan penulis kisah ini.
Hargai meski hanya 1rp saja.
Aku tak menuntut harga hingga trilyunan rupiah TIDAK.

ketahuilah aku dan kmu sama sama terlahir sebagai seorang perempuan.
Masihkah kamu tega membohongi perempuan tolol ini?
Masihkah kamu dan dia bisa berdrama sementara aku menjadi penikmat kisah kalian?
Masihkah kamu bisa menutupi itu smua dari perempuan idiot ini?

Aku ingatkan.
Usaha kalian tak berhasil.
Jika kalian ingat bahwa Tuhan tidak pernah tidur maka kalian akan sadar bahwa pristiwa ini trjadi krna kehendak-Nya.

Yasudahlah lupakan.
Serumit apapun aku ceritakan.
Kamu dan dia tak akan pernah bisa bertukar posisi dengan aku bukan?
jadi biarlah aku pada peranku yakni penonton,dan utk kalian yg entah akan berganti peran menjadi apapun itu hak kalian.

Oh iya aku sangat memaklumi kebodohan kalian.
Sungguh..
selamat tinggal dan trima kasih:)

10Intan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar