Selasa, 29 April 2014

Penantian.

Sore yang masih saja disini,di kampus tercinta.
Kegiatan di hari selasa yang selalu memaksa tubuh layaknya robot yang tahan dibanting sana sini.
Sudah biasa amat sangat biasa!
Masih dengan baju yang sudah semakin kusut,muka yang semakin berminyak,badan yang sdah smakin mewangi.
Dan satu lagi masih dengan mereka yang tengah merasakan pedas saat menyantap satu demi satu daging bulat di dalam kuah,yap bakso!
Tapiii di sela-sela kegiatan mereka yang tengah aku ceritakan.
Ada hal yang menelusup di dinding hati ini.
Sebuah perasaan yang bisa dikatakan hilang, yakni kerinduan.
Rasa rindu yang seharusnya tak kumiliki.
Rasa rindu yang seharusnya tak ku biarkan semakin lama semakin menggebu.
Rasa rindu yang seharusnya tak menjalar dengan bebasnya di smua syaraf tubuh.

Dan itulah kelemahanku yang belum bisa kamu ketahui.
Aku bisa merindumu sedangkan mungkin kamu tengah melupakanku.
Apa yang ada di pikiranku hingga aku msih saja bisa larut dengan kenyamanan yang nyatanya masih angan bukan fakta.
Kenyamanan yang msih sangat kosong tak berisi.

Kamu tidak tau bukan?
Aku yang slalu berusaha menutup perasaan hati yang jelas-jelas telah terbuka dengan luasnya untuk kamu.
Kamu yang bisa dengan mudah menemukan kunci yang ku simpan jauh dan rapat.

Kamu tidak tau bukan?
Ribuan menit dan jutaan detik aku habiskan hanya utk menunggu 1bbm atau 1sms saja.
Kamu tidak tau juga bukan? Jikalau Jenuhku sudahlah menjadi makanan sehari-hari.
Jikalau lelahku sudah semakin parah.
Tapi hati masih meminta utk mempertahankan kamu.
Memperjuangkan kamu.
Walau aku tau kamu seolah sangat santai dan mau tak mau untuk sekedar mengisi hari hariku.
Kamu terlampau sibuk mungkin.
Hingga kamu slalu menomor belakangkan aku.
Aku paham itu.
Aku tak bisa marah akan situasi ini.
Aku tak bisa memaki kondisi ini.
Aku hanya bisa diam.
Diam dan membisu menanti denting bbm atau psan masuk dan itu dari kamu.

Jika aku bisa katakan
Aku benar-benar lelah.
Tapi aku tak permasalahkan hal itu
Seandainya km bsa memberikan bbrpa menit utk bbrpa kata itu sudahlah cukup.
Tak perlu banyak banyak,hanya sedikit saja itu sudah cukup menenangkan.

Jangan buat aku semakin lelah karena menunggu.
Karena aku lagi-lagi bukan halte sayang.
Aku ingin skali kamu jadikan tujuan.
Bukan dijadikan selingan.
Ingat itu sayang.

Karena asal kamu tau perasaan ini jga bukan sekedar perasaan selingan.
Ini nyata sayang.
Ketahuilah ini.

Masih menunggu

10Intan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar