Hembusan nafas menghantarkanku kembali kepada zona yang sekian lama aku tinggalkan.
dan Rasanya jemari ini rindu utk beradu dengan jejeran alphabet di keypad handphone.
Sama seperti rasa rindu yang semakin menggebu kepada Tuan yang tak berujung.
Kepada Tuan yang tengah jauh dari pelupuk mata namun bayangnya sangat dekat dan melekat di bagian terdalam...HATI.
entahlah harus berapa banyak kata yang aku bisa tuliskan untuk menggambarkan sebuah perasaan abstrak yang tak kunjung kamu bisa pahami dengan cepat.
Layaknya kamu mempelajari ilmu pengetahuan alam.
Perlu proses perlu latihan perlu ujian hingga akhirnya kamu bisa lulus atau mungkin kamu mengulang.
Itulah perandaianku saat kamu tak kunjung memahami perasaan yang tumbuh dengan pesat disini..di HATI ini.
Ada banyak cerita yang aku bisa tuliskan ttg mereka, tapi hanya sedikit cerita yang bisa aku tuliskan tentang kamu.
Kamu yang seolah membuat otak ini buntu hingga sebuah frasa pun tak juga bisa aku tuliskan utk mengutarakannya.
Hanya sedikit cerita tentang kamu.
Tapi dari sedikit cerita telah banyak yang bisa aku pelajari.
Biasanya aku sangat mudah menceritakan siapa pun tapi ini berbeda saat aku kepayahan utk merangkai kata ttg kamu.
Aku juga heran mengapa aku terlihat bodoh saat aku smakin berusaha menceritakan kamu namun pada akhirnya tetaplah sulit.
Sangat sulit.
Satu hal yang aku tengah rasakan.
Aku sangat rindu.
Inilah alasan mengapa waktu tidurku terkuras habis hanya utk apa?
Utk skdar mengingat setiap jengkal dari wajahmu, setiap suara yang keluar dari mulutmu juga stiap kesombongan yang sungguh aku ingin lihat detik ini juga.
Jarak ternyata mampu mengajarkan aku utk terus bersabar menanti kamu pulang.
Menanti kamu datang dan menepati janjimu.
Aku mungkin sangat bodoh, membiarkan diri ini tergerus waktu hanya utk menantikan sebuah pengharapan yang besarnya pun hanya sebesar biji beras.
Sangat kecil.
Jarak juga mampu mengajarkan aku ttg rasa syukur dmna aku bisa lebih menghargai pertemuan dan mengikhlaskan perpisahan.
Kita terpisah dalam jarak yang tak bisa aku hitung.
Kita terpisah dalam ruang yang sangat luas.
Kita terpisah dalam ribuan meter kubik air laut yang menghampar.
Tapi kita sama-sama berada dalam ruang rindu.
Kita sama-sama berjuang untuk bisa saling bertemu.
Untuk bisa saling menguatkan.
Untuk bisa saling mengerti bahwa ternyata sebuah perasaan tak akan pernah salah, ia akan tetap tau kemana ia pergi,kemana ia datang,kemana singgah dan kemana ia tinggal.
Aku masih dan sedang merindumu.
Berharap kamu bisa hadir di dalam mimpiku.
Berharap bahwa esok adalah hari kepulanganmu.
Aku selalu menantimu abdi negaraku.
Pengabdi hatiku yang entah berada dimana.
10Intan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar