ada cerita yang layak aku tulis tentang kamu.
kamu yang baru datang.
kamu yang baru menyapa.
kamu yang baru mengisi hari-hari jemuku.
hari-hari yang relatif standar sejak dia pergi.
kamu adalah sosok yang tak pernah aku kenal sebelumnya.
bahkan sangat tidak pernah aku bisa bayangkan.
kamu hadir layaknya dahaga di tengah gurun pasir.
kamu hadir layaknya embun pagi yang selalu mampu menyejukkan aku.
kamu hadir dalam setiap denting pesan singkat.
pesan singkat yang mampu mendebarkan setiap denyut nadi maupun jantungku.
lagi-lagi aku merasa sangat bahagia, kala kamu menyapaku di ujung telpon.
kita berbeda jarak, kita berbeda latar belakang, kita juga sama skali belum pernah bertatap muka satu kali pun.
namun kamu bisa dengan mudah menghipnotisku, membuat hati ini luluh.
membuat hati ini merasakan khawatir saat kamu tak mengabari aku.
di awal percakapan kita yang tak lebih dari 45 menit, aku merasakan ada perasaan yang tak biasa, aku tertawa tanpa beban, kamu pun begitu.
kamu bercerita tentang segala kekonyolan.
aku benar-benar merasakan kebahagiaan yang dulu sempat hilang.
aku masih mengingat perkataanmu yang sangat polos, menanyakan kapan kita bisa bertemu dengan nyata?
kapan kita bisa menghabiskan waktu bersama layaknya orang lain.
dan itulah pertanyaan yang langsung memanah di bagian hati yang terdalam.
iya aku tak tahu, aku tak bisa membayangkan apakah aku dan kamu akan bisa bertemu.
apakah aku dan kamu bisa berkisah jauh lebih panjang lagi.
apakah aku dan kamu bisa menjadi teman di dunia nyata, bukan hanya teman dalam kontak telpon atau kontak bbmmu.
pertanyaan itu selalu kamu tanyakan di stiap percakapan kita.
aku benar-benar membenci jarak saat kamu tanyakan itu.
aku benar-benar merasa tak adil mengapa kita harus berjauhan disaat hati kita ingin bertemu.
aku benar-benar menangisi keadaan dimana aku dan kamu hanya bisa bercerita di dunia maya.
jarak benar membuatku semakin gila dan gila.
selain itu ada hal yang benar membuatku semakin luluh saat kamu bertanya kapan aku ada satu shaf di belakang kamu?
pertama aku mengenalmu,pertama pula lelaki yang menanyakan itu di awal perkenalan.
bisa kamu bayangkan berapa ribu petasan yang ada di dalam jiwa ini, senyum yang tak bisa aku bendung dan sungguh ini benar membuatku perasaan ini tumbuh lebih cepat daripada mobil balap sekalipun.
TAPI..
kini kamu menjadi dingin, entahlah aku yang terlalu perasa atau memang adanya kamu yang seperti itu.
belum genap seminggu perkenalan kita pun kamu sudah banyak berubah.
kamu menjadi lelaki tercuek dan tersibuk hingga satu kali dalam sehari aku tak mendapatkan kabar darimu.
sungguh aku kini semakin kecil hati, aku kembali berkaca apakah aku tak pantas mendapat kabar dan perhatian darimu ?
aku yang asalnya sangat menantimu sangat bahagia saat ada bbm dri kamu, kini mulai merasa kepayahan.
mulai merasa jenuh dan merasa sangat BIASA BIASA SAJA saat kamu mengirimkan pesan singkat melalui bbm kamu.
kini aku tak bisa lagi menebak akan seperti apa "kita" yang belum pernah Tuhan restui untuk bertemu.
"kita" yang masih berandai dan bermimpi akan adanya pertemuan.
"kamu" yang sibuk bahkan teramat sibuk dengan pekerjaanmu.
"kamu" yang sangat sulit aku pahami.
"kamu" yang tak aku tau seperti apa isi hatinya.
sementara aku ?
"aku" yang sangat lelah menunggu kamu.
"aku" yang sangat susah mendapat perhatian kecilmu.
"aku" yang rindu hangatnya perbincangan di awal perkenalan kita.
"aku" yang berharap kamu tau seberapa besar usahaku untuk menunggu kamu, menanti satu pesan singkat yang terdiri dari kurang lebih 20 karakter.
kini kamu masih bagaikan rubik yang tak bisa aku pahami.
kamu masih utuh menjadi teka-tekiku.
dan aku hanya akan tau seperti apa akhirnya nanti setelah teka-teki ini selesai adanya.
10Intan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar