Senin, 31 Maret 2014

jika dia alasanmu..:)

kamu tau ?
ini masih kisah tentang kamu.
kamu yang masih saja membuatku tak berhenti menulis.
entah itu tentang kekesalan kebencian kesedihan dan apapun itu semuanya masih utuh tentang kamu.
namun sayang kamu yang masih menjadi alasanku kini memiliki alasan yang lain.
kamu yang dulu memprioritaskan setiap hal hanya untuk aku.
kini justru aku bukan apa-apa lagi di mata juga hidupmu.
kini mungkin sudah ada mereka.
sudah ada dia utamanya.
seandainya kamu bisa menerjemahkan setiap pesan di bbm atau di whatsapp yang ku kirimkan.
membaca bahwa dari jejeran alphabet itu memiliki makna yang hingga saat ini masih saja belum kamu mengerti.
aku pikir kamu buta huruf atau memang sudah tak ingin tau lagi ?
aku masih tak tau.
aku tak bisa mengerti jalan pikiranmu yang memiliki banyak arah itu, sementara arah dan tujuanku sudahlah amat jelas, yakni kamu.
tapi kamu ?
kamu memiliki banyak jalan yang sungguuh membuatku kehilangan arah, harus kemana aku berjalan harus kemana aku berlari dan tujuan mana yang akan aku datangi.
aku kehilangan arah di kehidupan yang nyaris saja ku genggam.
aku kehilangan arah di jalan yang dulu sangat aku yakini bisa membuatku merasakan bahagia yang utuh.
aku kehilangan arah di tempat yang dahulu amat membuatku nyaman.
tapi ternyata saat ini aku benar-benar kehilangan arah.
harus ke kiri atau ke kanan, tetap lurus atau berbalik.
aku sama sekali tidak tau.
hingga yang ku temui hanyalah jalan buntu.
aku lelah.
iya lelah saat semua terlihat jelas bahwa kamu tak menganggap aku.
bahwa kamu tak meyakini setiap perkataan yang jauh lebih aku rasakan sebelum ini terjadi.
kamu terlihat bebal sekali saat ini, entah apa yang menutupi jalan pikiranmu hingga aku tak bisa membukanya dengan kunci jenis apapun.
aku tau ini sangat membuatku lelah, ini sangat membuatku hancur.
kamu yang aku perjuangkan justru menghentikan perjuanganku di tengah tengah.
entah karena ada dia
entah karena ada apa di hatimu
atau mungkin memang karena aku yang bukan lagi menjadi alasan terkuat dalam hidupmu.
yang jelas aku sudah merasakan lelah yang berkepanjangan, nyaris di 4bulan lebih ini pun sesak,sakit dan pilu yang aku rasa masihlah sama.
terlebih kamu dan dia yang katanya tidak apa-apa malah semakin menjadi jadi.
dapatkah kamu mengerti perasaanku ?
perasaan cemburuku ?
perasaan sakitku?
kamu bukannya menyembuhkan lukaku yang ada kamu malah merobek lagi luka yang masih basah ini.
seandainya kalian tau betapa sakitnya hati saat semua begitu mudah kamu hilangkan
saat semua begitu mudah kamu tinggalkan sementara aku selalu setia menunggumu.
aku merasa tidak dihargai oleh orang yang katanya mencintai dan menyayangiku.
hingga menjadi sangat wajar saat ini trauma yang ku miliki tak bisa ku elakkan sama sekali.
tapi sayangnya kamu tak peduli itu.
memang dia kini menjadi alasanmu untuk terus pergi tanpa berbalik arah.
aku memang sudah tak menyayangimu.
aku hanya menyayangkan keadaan yang sepahit ini dengan mudahnya Tuhan cipta.

sudahlah 
ini mungkin akan menjadi cerita terakhir yang aku tulis.
satu hal, aku sangat tidak menyukai dia, iya dia yang menjadi alasan barumu.
dia yang menjadikanmu berani membentakku padahal kita jauh lebih lama saling mengenal daripada dia mengenalmu. iya kan ?:) 
pahami ini Tuan dan Nona.






saat sedang mengerjakan tugas pedagogik.
10Intan.

Minggu, 30 Maret 2014

Tamuu itu..

Aku
Kamu
Dia
Dan pisah.

Tepat amat sangat tepat.
Dia yang ku maksud sangatlah banyak.
Entah itu orang,hewan,benda atau apapun.
Mengapa harus ada dia?
Selengah itukah aku mampu membuat tamu tak diundang masuk?
Dan sebodoh itu pula aku menganggap tamu itu baik.
Lebih parahnya aku dibuat keluar dari rumahku sendiri.
TUHAN..sungguh ini benar-benar menyakitkan.
Kata mengapa pun selalu saja menjadi pertanyaan terkuat yang mendasari ini semua.
Tamu itu membuat kita lupa.
Lupa akan KITA iya aku dan kamu bukan aku dan dia ataupun kamu dan dia.
Sekali lagi ini tentang Aku dan Kamu.
Jika saja tamu itu tak aku persilahkan mungkin saja kita masih berjalan.
Kamu tau?
Tamu itu ternyata benar benar parasit.
Menggerogoti sedikit demi sedikit hubungan kita.
Mulai dari sekedar hal hal yang kecil hingga akhirnya hal yang besar dan puncaknya Berakhir!
Iya berakhirnya hubungan!

Kamu tau?
Peka ini amat sangatt bisa aku pertanggung jawabkan.
Aku perempuan.
Hati yang ku miliki jauh lebih hebat dari logikamu.
Jika kamu berkata ini mustahil,bagi hatiku ini sngat mungkin terjadi sayang.
Hingga benar dan terbukti.

Aku belajar melihat semuanya dari segala aspek dan smua warna.
Aku bisa membedakan smuanya.
Karena tak langsung kmu sndiri yang mengajariku.
Aku belajar untuk tau hati dan pikiran perempuan lain.
Menjamah hati terdalamnya.
Membaca bola matanya.
Juga cara dia mengetik pesan singkat sekali pun.
Sungguh deritaku adalah saat insting ini mengatakan hal yang tak ingin sama sekali aku alami.
Seandainya saja kamu bisa menerima segala hal yang aku rasakan jauh sebelum ini terjadi.
Seandainya saja kamu bisa menyadari dan memegang tanganku erat mungkin kita tak akn terpisah dengan mudah.

Kamu seperti sangat lupa bagaimana menggenggam tanganku.
Krna kmu lebih nyaman dengan tangan tamu itu.
Hingga sela-sela jarimu pun seakan dibuat mabuk.
Kamu sepertinya amat lupa bagaimana menatap dan mengerti stiap hal yang aku utarakan lwat mata dan hati.
Kamu dibuat sibuk menari dan berlari ke arah mata dan hati tamu itu.
Lagi-lagi sayangnya kamu tak sadari.
Mungkin indra perasamu terputus saat itu.

Sungguh penyesalan akan tamu itu msih membuatku sesak.
Membuat tangisku murah.
Membuat harga diriku terinjak.

Dan setelah ini terjadi?
Kemana perginya kamu?
masih hidupkah kamu?
Masih bisakah kamu menghargai aku?
Perempuan yang terusir secara halus oleh tamu yang kita sama sekali tak undang untuk hadir?
cobalah buka mata dan Pikirkanlah sayang bahwa aku jauh lebih tau hal yang belum kamu tau itu.



Msih dengan sesak yang sama.
10Intan.

Hargai aku layaknya manusia.

Ya Tuhan
Sandiwara apalagi ini?
Nafasku menjadi tak karuan
Detakkan jantung yang benar-benar menghantam stiap detiknya
Tangan yang bergetar
Juga mata yang sekuat tenaga aku tahan untuk tidak menetes.
Aku teguhkan hati dan pikiran bersama jiwa yang sudah terasa hilang.
Menahan stiap sakit yang makin menjalar ke semua bagian tubuh.
Ini sakit yang amat dahsyat.
Seandainya aku bisa mengabadikan bagaimana aku saat menulis ini mungkin saja kalian manusia akan merasakan hal yang sama. Iya sakit!
kuatku adalah ibuku.
Kuatku adalah masa depanku.
Iya mencoba menguatkan diri untuk tidak lemah,untuk tidak rapuh bahkan disaat badai ataupun topan kian menghantam dengan keras tubuh yang gontai.
Drama sangat drama.
Tapi ini memang fakta.

Oke sabar yang ku punya memang sudah pasti tidaklah UNLIMITED.
Krn aku manusia!
Bukan benda mati!
Krn aku manusia!
bukan hewan.
Sabar yang ku punya sangatlah minim.
Namun beban yang ku tanggung sangatlah maksimal.
Usaha yang aku lakukan lantas sangat amat tidak mudah.
Berjalan dengan sebelah kaki.
Sangat timpang!

Ini benar benar aku rasakan.
Pahitnya melebihi obat yang malam tadi susah untuk ku telan.
Aku bukan aktris aku bukan anak teater yang handal memainkan drama.
Namun aku hanyalah sebatas penonton
Iya penonton yang memiliki insting tajam layaknya pisau belati.
Aku sudah lelah dengan insting yang orang lain tak miliki.
Karena mereka tak akan mempercayai stiap hal yang aku rasa itu akan menjadi nyata.
Yang ada aku disangka menuduh.
Ya Tuhan..
Cabut sajalah kepekaan ini.
Jujur saja aku sangat tersiksa dengan ini.
amat tersiksa.

Katanya aku manusia.
Bukankah manusia itu harus saling menghargai?
Lantas mengapa aku tidak merasakan penghargaan itu?
Apa memang aku tidak bernilai hingga orang lain tak menghargaiku?
Namaku intan!
Intan adalah logam mulia bukan?
Mahal juga bukan?
Tapi mengapa?

Aku sangat berusaha memadamkan api yang sejujurnya sangat membara di dalam hati
Rasanya ingin ku obrak-abrik smuanya
Aku ingin hancurkan hingga tak ada lagi sisa.

Tapi sayangnya ini sngtlah mustahil.
Aku hanya bisa mengungkapkan smua rasa melalui tulisan.
Merasakan stiap karakter yang ku susun secara acak dan tak bermakna terus berjejer layaknya tentara yang akan upacara.
Merasakan ke kalutan yang hebat.

Jika sudah seperti ini apa kamu tau?
Apa kamu paham?
Apa kamu cukup untuk merasakan setitik sakit yang aku rasa?
apa kamu tidak sangat menyadari itu smua?
Kemana kepekaanmu terhadap perempuan idiot ini?
Kemana perginya hati yang katanya menyayangi aku melebihi yang aku tau?
Apakah sayang itu menyakitkan?
Apakah cinta itu harus meneteskan air mata terus menerus?
Dan apakah kasih itu harus terus mendramatisir keadaan agar orang lain tau bahwa salah satu diantara kita itu benar atau salah?
Waw hebat sekali!

Kemana dan dimana kamu?
Pergi dengan smua perempuan yang dahulu amat sangat ku curigai?
Cobalah belajar untuk bisa memahami hati perempuan idiotmu ini.
Perempuan yang selalu bertopengkan tawa renyah di dpan orang.
Perempuan yang selalu ceria bahkan disaat hatinya hancur.
Perempuan yang amat sangat ikhlas saat hubungannya di gunting dengan mudah tanpa tau resiko dan tanpa melihat apa saja yang dahulu di rangkai!

Hanya dengan tiupan kecil angin smuanya hancur.
Hubungan ini layaknya kartu remi yang disusun piramid.
Hingga di suatu titik sesaat akan mencapai puncak semuanya hancur dengan tiupan !

Logikaku amat buntu saat ini.
Hanya saja aku amat ingin kamu tau dan ingin aku tekankan beberapa hal:
1.bagaimana bisa aku berteman baik dengan perempuan yang secara kebetulan kini hadir utuh bukan lagi bayangan.
2.Bagaimana bisa aku mengikhlaskan ini smua berakhir menggantung tanpa hal yang jelas.
3.Bagaimana bisa aku dibohongi oleh kamu yang aku kenal hampir 3tahun lamanya.
Sungguh aku sangat tidak bisa!

Kamu tau?
Tulisan ini aku buat dengan payah.
Menstabilkan tubuh yang amat panas,kepala yang tiada hentinya menusuk,mata yang memerah dan juga hati yang tak bisa ku gambarkan keadaanya.
Satu pertanyaanku saat ini.
Bisakah kamu menghargai hatiku layaknya aku manusia?
Itu saja.
Selebihnya apapun kapanpun siapapun dan dimanapun kamu itu hakmu.
Dan kewajibanku tidak lagi ikut campur.

Satu lagi.
Sakit ini akan kmu rasakan suatu saat nanti.
Cepat atau lambat smua akan terlihat.
Iya saat tuduhanku akan kmu rasakan dan alami utuh!

Selamat
Semoga sukses dengan dunia barumu.

Aku masih setia menjadi penonton terdepan sandiwaramu.


300314.00:12
10Intan.

Kamis, 27 Maret 2014

Mundur

Kelelahanku mulai memuncak di satu titik.
Sakit ini sudah membuat smuanya menjadi kacau dan gila!
Awalnya sama
Samasama indah
Yang mereka tawarkan pun sama
Katanya sih "sayang" katanya sih "cinta" dan katanya pula ini "serius"
Ah rasanya itu msih sebatas kata.
Masih sebatas kalimat yang dibuat seolah olah indah dan menipu.
Namun sayang aku bkan lagi wanita bodoh dungu dan tolol layaknya 3tahun atau 4tahun yang lalu.
Aku sudah cukup paham dengan siklus yang namanya "cinta".
Untuk apa berstatus bila ujungnya malah putus?
Untuk apa mencinta bila akhirnya saling mencaci?
Untuk apa berkasih bila akhirnya bermusuhan?
Dan sekarang
Masih sangat terbukti bahwa semuanya sama saja
Tidak ada yang jauh lebih hebat dari bapa
Pria yang selalu langsung turun tangan dalam stiap hal yang aku lalui. Bukan hanya sebatas bicara tanpa eksekusi.
Masih belum ada yang bisa menyentuh hati ini.
Yang ada malah terus membuat aku merasa jenuh bosan dan malas.
Terlebih masa lalu slalu menjadi mimpi buruk yang selalu menghantui.
Takut untuk jatuh ke lubang yang sama.
Takut untuk dibohongi.
Takut untuk dimanfaatkan.
Takut untuk terus diperlalukan layaknya boneka.
Dan semuanya masih takut.

Rasanya ingin mundur atau balik kanan lalu berlari!
Pergi dari mereka yang menjual kata-kata indah.
Sudahlah
Lelah ini makin menjadi.
Bahkan semakin parah.

Dan mungkin saja air mata adalah tujuan trakhir.

10Intan.

Senin, 17 Maret 2014

Apa harus diakhiri?

Ini sudah kesekian kalinya kecewa jadi hasil mutlak dan utuh!
ini sudah sangat jadi hadiah istimewa stiap harinya!

Menanti kamu
Menunggu kamu
Mengharap kamu
Seolah aku perempuan dungu dan tolol
Ah tak seharusnya aku menjadi seperti ini

Masih awal padahal
Masih jauh untuk aku jalani
Masih sangat ragu jika ini aku ambil

Trbesit hati ingin akhiri
Ingin pergi dari mereka smua
Iya mereka!
Mereka yang datang layaknya aku adalah terminal!
disinggahi lalu pergi!

Lucu sekali memang
Bahkan dibilang sangat konyol

Inilah alasan mengapa smua msih aku anggap 'biasa'
Inilah alasan mengapa aku jauh lebih memilih 'sendiri'
Inilah alasan mengapa aku msih berpikir jutaan kali

Aku pernah dijanjikan untuk jadi masa depan oleh ssorang di  masa laluku
Aku pernah dicemburui oleh ssorang di masa laluku
Aku pernah dibuat gila dan percaya setiap hal yang diucapkan ssorang di masa laluku

Namun apa yang terjadi?
semuanya tak dipertanggung jawabkan!
Smuanya hanya rangkaian kata
Yang ditaburi kalimat pemabuk

Itulah mengapa hati msih berat
Masih enggan untuk percaya

Ya skali lagi aku katakan
Ini hati yang Tuhan ciptakan untuk dijaga bukan dikekang seenaknya
Bukan digenggam sekuatnya
Bukan dihantam habis-habisan
Ini hati yang Tuhan ciptakan untuk di miliki oleh dia yang merasakan sakit saat aku sakit
dia yang merasa bersalah saat air mata jatuh
dia yang tau tanpa aku jelaskan
Dan ya yang jelas Dia itu masih belum aku temukan.
Mungkin nanti
Entah itu kapan

Yang aku ingin katakan
Apakah ini harus secepat mungkin aku akhiri?
Ataukah aku pertahankan?
Jawabnnya ada di kamu.
Iya di kamu.

Kamu yang memulainya bukan?
Karena realitasnya kamu msih mengaggap aku mainanmu bukan?

Yasudahlah lupakan.

Sepi
10Intan.

Minggu, 16 Maret 2014

Sepi

Menyibukkan diri dengan semua hal
Melakukan apapun yang sekiranya mampu membuatku lupa.
Lupa bahwa sepi telah bersiap untuk mengekang.
Turut larut dalam tawa yang entah itu tulus atau hanya sekedar tawa tanpa makna.
Meyakinkan hati bahwa sepi telah pergi dan bosan utk datang kembali.

Tapi faktanya sepi masih betah.
Betah berlama lama denganku.
Seolah merasakan kenyamanan yang tak terhingga bila menyelimutiku.
Padahal aku terus berusaha dengan sekuat mungkin untuk membuat sepi itu hilang.
Walau aku tau usahaku akan tetap nihil.

Namun setidaknya aku bisa menghargai usahaku sndiri
Tanpa meminta orang lain menghargainya.

Sepi sepi dan sepi.
Mutlak menjadi makanan saat smua orang yang biasa kujadikan harapan PERGI
Membuatku meneguk setiap detik dengan harapan.

Ah Tuhan
Aku muak
Aku benar-benar bosan berada di titik tersepi ini.
Haruskah aku berlari?
Lari kemana?
Haruskah aku berteriak?
berteriak layaknya perempuan kesepian?

Rasanya tak perlu.

Yah sudahlah pada intinya kesepian akan datang dan hilang menyapa,menetap,lalu pergi dan kembali datang lagi.
Itu memang sudah siklusnya.
Dan aku harus terus bersiap untuk menyambutnya :)

10intan.

Sabtu, 15 Maret 2014

Sekuat kamu menghancurkan dinding hati:)

Aku masih tak paham
Bahkan setelah 3bulan lebih kita berada dalam status sebagai mantan.
Entahlah mungkin otakmu terbuat dari rubik yang sangat sulit ku pecahkan.
Hampir 3tahun lamanya aku terus menyelami apa yang kamu pikirkan,walaupun tanpa alat bantu nafas.
Hampir 3tahun lamanya aku terus berjuang mendaki setiap bukit yang terjal,yakni hatimu.
Semua memang hampir dan tak sampai.
Kamu mendorongku ditengah tengah usahaku untuk terus mempertahankan.
Kamu seakan lupa diri.
Lupa bahwa aku adalah wanita yang dulu kamu puja.
Bahkan kamu amnesia bahwa aku adalah wanita yang slalu iklas menanti stiap harapan kosongmu itu.
Aku yang selalu menjadi tempatmu pulang.

Aku masih saja dibuat bingung
Aku kira perpisahan akan menyelesaikan masalah.
Ternyata bukan sama sekali
Yang ada masalah baru pun muncul.

Keegoisan rasanya masih mutlak ada dalam diri kita
Sebelum 3bulan aku msih sangat berharap kamu bssa merubah smuanya.
Menata kembali dinding yang kamu robohkan.
Tapi penantianku tak kunjung membuahkan hasil yang maksimal
Yang ada kamu malah semakin membuat tumpukan kekecewaan di dada.
Perpisahan rasanya belum menjadi pelajaran yang bisa membuka mata dan hatimu.
Perpisahan rasanya kamu anggap hal biasa saja (mungkin)

kini saat 3bulan itu telah berlalu dan benar-benar ingin aku tutup.
Apa yang kamu lakukan?
Kelabilan kembali kamu pertunjukkan kehadapku bukan?
Kamu kembali mengais stiap puing-puing dinding
Berharap kamu bisa kembali membangun itu bersamaku.
Berharap aku bisa memaafkan.
Mungkin utk maaf aku masih bisa.
Tapi untuk kembali membangun?
Rasanya sudah dan amat sangat cukup.

Kecewaku telah mendarah daging saat ini.
Amarahku telah sampai di ubun-ubun saat ini.
Anganku pun telah ku buang jauh ke planet diluar angkasa sana.
Tangisku pun sudah aku abaikan.
Karena aku tau ini akan tetap sia-sia dan percuma.

Egois dan egois
Kamu slalu menodongku dengan tingkah konyolmu bertanya ttg siapa yang kini menjadi alasanku utk ttp hidup
Siapa yang kini menjadi sumber tawa distiap hariku.

Jika aku bisa membalikan
Pertanyaanku adalah
"kemana kamu di 3bulan penantian setelah perpisahan? "
Apakah kamu sudi menengok hati ini?
Apakah kamu sudi menyentuh jiwa yang dengan mudah kamu hempaskan?

kesudianmu datang setelah aku menutup smuanya.

Rasanya ribuan frase kata yang aku tulis pun tak akan membuatmu merasakan getirnya stiap tawa palsu yang aku simpulkan.
Merasakan keringnya tenggorokan saat kenangan membuatku harus menelan jutaan pil pahit UTUH!

Kamu terlalu kuat dalam hal menghancurkan
Dalam hal merobek
Dalam semua hal yang tak kamu sadari membuat luka ini semakin parah.

Luka yang kamu buat amat sangat sempurna.
Dan kebodohanku tak kalah sempurnanya.

Tapi sayang itu dulu
Jauh sebelum aku sadar bahwa smuua tak kamu pedulikan

Jadi utk saat ini dan mungkin kedepannya
Aku tak ingin mengizinkan bayanganku atau bayanganmu ada di hari baru yang tengah aku jalani.

Biarlah anggap 3tahun yang lalu adalah mimpi.
Dan 3bulan lebih ini adalah hidup nyatamu.

Lupakan smuanya.
Aku akan jauh lebih baik lagi dari sebelumnya.
:)


10Intan.

Jumat, 14 Maret 2014

untuk kalian pelajar:)

Ini pos yang udh pengen banget ditulis
Efek tadi sore liat anak sekolah yang naik di atas truk.
Entahlah apa yang ada di pkiran mereka
Mungkin mereka pikir itu amat sangat keren dan bukan anak muda banget kalo ga sama kaya temen yang lainnya.
Miris banget hati liat kelakuan anak sekolahan yang jauh dari kata bermoral.
Kenapa ga bermoral?
Gini deh moral yang baik itu faktanya bisa kita lihat dengan indra penglihatan!
Apa dengan kelakuan mereka yang seperti itu mereka bermoral baik?
Think again!
Dengan cara mereka yang lebih kelihatan bodoh seperti keledai.
Apa mereka gamkirin orang tua mereka yang mati-matian ngehidupin ngebiayain sekolah mereka dan utamanya Allah/Tuhan mereka yang ngasih waktu yang berharga banget di tiap detiknya dan itu smua mereka laluin dengan kesia siaan, 1x 2x mungkin mereka masih bisa selamat,tapi siapa yang tau ketiga kalinya dia jatoh dan mati.?
Bagi saya mereka tdak menghargai dirinya sendiri merusak masa muda mereka dengan kebodohan yang sejujurnya mungkin mereka sadari namun ttap dilakukan krn tuntutan.
Iya tuntutan emosional,krn mereka takut temannya mengejek dan menghinanya karena saya tau sndiri bahwa diusia mereka,pencitraan adalah segala-galanya.
Saya mungkin belum menjdi seorang pendidik yang sejati bahkan jauh dari kata profesional. Tapi hari hari saya saya dijejali dengan smua materi dalam hal pendidikan.
Lantas bila sekolah saja belum bisa memberikan penanaman pendidikan karakter apa yang harus dibenahi?
Apakah orang tua akan menjadi sasaran utama stiap kesalahan sang anak?
Apakah guru juga yang akan menjadi sasaran kedua setelah orang tua?
Lantas mereka "Peserta didik" yang masih jauh dari kata berpendidikan harus tetap dengan label korban.
Korban arus?  Korban keluarga? atau korban apalagi?

Saya tidak mencari siapa yang salah dalam hal ini
Tapi disini saya hanya mencari jalan dan titik tengah dari permasalahan yang seolah menjadi hal yang lumrah di kalangan bahkan di dunia pendidikan dan moral peserta didik.

Semua hanya bisa saling menyalahkan tanpa memperbaiki kesalahan.
Semua hanya bisa menunjuk tanpa mencari titik terang.
Semua berfokus pada masalah tanpa mencari solusi.

Sekali lagi saya rindu jiwa peserta didik yang berkarakter saya rindu jiwa peserta didik yang kuat dalam tekad memajukan bukan jiwa yang mudah terbawa arus globalisasi yang buruk.
Mungkinkah masih ada jiwa peserta didik yang bermoral dan berkarakter disaat saya menjadi pendidik?

Untuk kalian yang masih berseragam sekolah
Teruslah perbaiki diri
Waktu akan terus berlalu
Jangan buat waktumu menjadikan penyesalan tiada terhenti di masa yang akan datang.

Pemuda yang hebat tentu sudah bangun saat orng lain tertidur,berjalan saat org lain bangun,berlari saat org lain berjalan dan tentu menuai keberhasilan saat org lain mungkin msih tertatih menggapai keberhasilan.

Sukses untuk dan HAK bagi mereka yang menghargai setiap proses bukan yang ingin cepat menuai hasil tanpa peduli prosesnya baik atau buruk.

Dan untuk mereka yang masih terbawa arus negafif bukalah hati kalian. Lihatlah kedua orang tuamu.
Ingatlah mereka pernah muda dan ingatlah bahwa kalian pun akan menjadi seperti mereka.
Hargai waktumu
Sebelum waktumu dicabut.

Salam bahagia
10Intan.:)

Jumat, 07 Maret 2014

Ini aku TUNGGAL :')

Ini ceritaku
Seorang perempuan tunggal
Tidak beradik ataupun kaka
Banyak orang bilang ini menyenangkan dan aku pun tak mengelakkannya
Tapi mereka hanya melihat dari sisi putihnya
Bisakah mereka melihat dari sisi hitamnya atau warna lainnya?
Jika wajah ini selalu bertopengkan senyuman masihkah kalian percaya bahwa hati ini menyimpan dan menimbun luka yang tiada terkira?
Bisakah mereka bayangkan aku yang selalu memendam.
Yang selalu merasakan dan menelan pahitnya tanpa saudara kandung?
Merasakan sakitnya bingung harus bercerita dan berkeluh kesah kepada siapa?
Pacar?
Siapa dia?
bukankah dia hanya bayangan semu?
bukankah dia hanya ingin bahagiaku saja?
merebut merampas lalu membuang?
Orang tua?
Permasalahan mereka terlalu kompleks untuk hanya mendengar cerita konyolku.
Lagi pula aku tak ingin trlalu membebankan mereka.
Bisakah mereka merasakan saat aku berada di posisi terlemah?
Bisakah mereka mengerti bahwa aku sering dibuat gila karena bebanku terlampau parah?
Aku bukan siapa-siapa bagi mereka,baik itu pacar mantan kaka asuh atau apapun.

Lantas aku harus berlari kpd siapa?
Bisakah kalian ikut mencicipi bahwa Tunggal itu tak memiliki pegangan?
Bahwa tunggal itu tak memiliki kekuatan  yg utuh.
Harus siapa yg aku cari saat org yg aku anggap bsa menjadi pegangan dan harapanku justru berlaku tak baik?

Jawablah..